Diduga Jual Obat Penggugur Kandungan, MS Terancam 15 Tahun Kurungan

Di Posting Oleh madiuntoday

18 Februari 2020

MADIUN – Sepak terjang MS alias Memed (46), terduga pelaku pengedar obat penggugur kandungan di Kota Madiun terhenti sementara. Hal itu setelah Polres Madiun Kota mencokok warga Kelurahan Patihan Kota Madiun tersebut, Selasa (18/2). Memed terpaksa berurusan dengan pihak berwajib setelah menjual obat keras tanpa ijin.

Memed ditangkap di salah satu kios miliknya di Jalan Madiun-Ponorogo, tepatnya, di deretan kios perempatan Te’an. Terduga pelaku itu sudah menjalankan bisnis tersebut selama dua tahun.

‘’Hasil pemeriksaan sementara, obat yang masuk kategori keras ini digunakan untuk menggugurkan kandungan,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Raden Bobby Aria Prakasa usai gelar perkara.

Bobby menambahkan penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait adanya obat penggugur janin di dunia maya. Terduga pelaku memang kerap melakukan transaksi jual-beli melalui internet dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD). Petugas lantas melakukan penyelidikan dengan melakukan pengecekan di dua toko milik terduga, Minggu (18/2) lalu.

‘’Kami juga melakukan pemeriksaan lanjutan melalui uji labfor terkait kandungan obat tersebut. Dan memang masuk kategori obat keras. Obat semacam ini harus memiliki izin khusus untuk mengedarkannya agar tidak salah gunakan seperti dalam kasus ini,’’ imbuhnya.

Berbekal itu, anak buah Bobby langsung bergerak cepat menangkap pelaku. Setidaknya, petugas mengamankan sembilan paket obat penggugur kandungan. Dalam tiap paket terdiri dua amplop yang di dalamnya terdapat berbagai macam jenis obat tersebut. Paket obat itu diamankan dari dua kios milik terduga pelaku. Selain di Te’an tersebut, pelaku juga memiliki kios di Jalan Yos Sudarso Kota Madiun.

Obat tersebut dijual seharga Rp 250 ribu per paketnya. Sebulan terduga pelaku dapat menjual hingga 16 paket. Hasil keterangan terduga, obat dimasukkan dalam kandungan setiap setengah jam. Pun, tidak ada aturan besaran usia janin.

‘’Petugas kami juga menemukan obat kuat yang juga tanpa izin. Pelaku kami jerat dengan Pasal 197 UU 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,’’ terangnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gelar Evaluasi, Walikota Apresiasi Warga Patuhi Anjuran Tetap Di Rumah

Gelar Evaluasi, Walikota Apresiasi Warga Patuhi Anjuran Tetap Di Rumah

MADIUN – Setelah sekitar dua pekan menyelenggarakan patroli keliling setiap malam untuk menghalau warga yang keluar rumah, Pemerintah Kota Madiun mengadakan evaluasi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (28/3) itu juga diikuti oleh Forkopimda lainnya di wilayah...

Alat Rapid Test Tiba, Jatim Tes Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini

Alat Rapid Test Tiba, Jatim Tes Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini

SURABAYA – Sebanyak 18.400 alat Rapid Test akhirnya tiba di Surabaya, Jawa Timur. Alat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 8.400 dan sebanyak 10.000 rapid test bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha. Mulai Jumat (27/3), Pemprov Jatim menggelar...