Hasil Sensus Jadi Pijakan Pembangunan, BPS Himbau Masyarakat Isi Data Secara Akurat

Di Posting Oleh madiuntoday

18 Februari 2020

MADIUN – Pengisian Sensus Penduduk (SP) Online 2020 sudah dimulai sejak, Sabtu (15/2) kemarin. Masyarakat diseluruh tanah air mulai memasukkan data secara mandiri. Tak terkecuali masyarakat Kota Madiun. Walikota Madiun Maidi pun telah melakukan pengisian data sensus, Senin (17/2) kemarin.

Kepala BPS Madiun Umar Saifudin menyebut pengisian data di aplikasi Sensus Penduduk Online sangat mudah. Pun, hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Pengisian data dapat diwakili salah seorang anggota keluarga. Sebab, pencatatan berdasar kartu keluarga (KK).

‘’Di awal itu sudah langsung diminta memasukkan nomor NIK dan nomor KK. Jadi anggota yang terdaftar di dalamnya sudah langsung masuk dan bisa mengisikan data anggota lain,’’ katanya sembari menyebut masyarakat dapat mengakses https://sensus.bps.go.id/ untuk pengisian.

Selanjutnya, terdapat 21 pertanyaan yang wajib diisi. Namun, kebanyakan merupakan data pribadi. Mulai alamat, tempat tangal lahir, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan lain sebagainya. Pertanyaan serupa juga untuk anggota keluarga lain dalam KK tersebut. Artinya, suami bisa mengisikan data istri dan anak. Begitu sebaliknya.

‘’Sensus sejatinya berdasar KK. Jadi satu orang dalam KK tersebut bisa mengisikan anggota yang lain. Jadi tidak perlu setiap anggota mengisi masing-masing,’’ ungkapnya.

Sensus Penduduk Online ini juga tidak hanya kekinian. Namun, juga untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat. Hanya, Umar mengajak untuk sportif. Artinya, mengisikan data sejujurnya. Sebab, sudah ada kasus di provinsi lain dengan mengisikan data yang tidak sesuai. Salah satunya, jenis pekerjaan yang diisi presiden, walikota, bupati, maupun pejabat tinggi lain. Hal itu jelas tidak mungkin karena jabatan-jabatan itu sudah melekat pada orang lain saat ini.

‘’Hasil sensus ini bisa menjadi dasar untuk arah pembangunan ke depan. Kalau datanya tidak akurat, bisa berdampak pada pembangunan ke depan. Jadi kami mohon untuk diisi secara jujur,’’ pintanya.

Sensus Penduduk Online ini akan ditutup pada 31 Maret mendatang. Namun, bagi masyarakat yang kesulitan mengisi data secara online akan dilayani petugas seperti biasanya. Petugas akan datang ke rumah warga setelah online berakhir. Pertanyaan yang ditanyakan sama dengan melalui online. Pendataan petugas secara langsung tersebut dijadwalkan mulai Juni. Namun, hanya warga yang belum mengisi secara online yang akan didatangi.

‘’Dari online itu kan bisa dipantau mana yang belum mengisi. Nah, itu yang akan petugas datangi. Kita juga akan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan terkait kebenaran data penduduk tersebut,’’ jelasnya. (bps/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Gelar Evaluasi, Walikota Apresiasi Warga Patuhi Anjuran Tetap Di Rumah

Gelar Evaluasi, Walikota Apresiasi Warga Patuhi Anjuran Tetap Di Rumah

MADIUN – Setelah sekitar dua pekan menyelenggarakan patroli keliling setiap malam untuk menghalau warga yang keluar rumah, Pemerintah Kota Madiun mengadakan evaluasi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (28/3) itu juga diikuti oleh Forkopimda lainnya di wilayah...

Alat Rapid Test Tiba, Jatim Tes Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini

Alat Rapid Test Tiba, Jatim Tes Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini

SURABAYA – Sebanyak 18.400 alat Rapid Test akhirnya tiba di Surabaya, Jawa Timur. Alat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 8.400 dan sebanyak 10.000 rapid test bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha. Mulai Jumat (27/3), Pemprov Jatim menggelar...