Tingkatkan Kepengurusan Akta Lahir Bagi Lansia, Dukcapil Gencar Lakukan Jemput Bola

Di Posting Oleh madiuntoday

20 Februari 2020

MADIUN – Program Bawakan Akta Kelahiran Untukmu, Eyangku (Baktiku Eyangku) di rumah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Madiun mulai menyapa masyarakat secara langsung. Petugas Dukcapil sengaja turun gunung memberikan sosialisasi sekaligus pengisian data kepengurusan akta lahir bagi anggota Karang Werda Puntodewo Kelurahan Winongo, Kamis (20/2).

Masyarakat tampak antusias. Setidaknya, terdapat 30 lansia yang hadir. Satu persatu mulai mulai menuliskan data dalam formulir yang dibagikan. Tak jarang, ada yang kesulitan. Beberapa di antaranya juga langsung bertanya. Pertanyaan dalam formulir memang cukup banyak. Bukan hanya data pribadi. Namun, juga data orang tua.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Madiun Nono Djati Kusumo menyebut Program layanan kepengurusan akta kelahiran bagi warga lansia itu sudah dijalankan sejak November 2019 lalu. Program terlahir lantaran banyaknya warga sepuh yang belum memiliki akta. Padahal, akta kelahiran penting dan perlu sekalipun bagi warga lansia.

‘’Pencatatan data kependudukan warga dulu itu tidak seperti sekarang. Kebanyakan hanya asal catat. Tak heran, banyak kesalahan dalam data kependudukan. Kebanyakan terkait huruf dalam nama. Itu bisa menjadi masalah,’’ katanya.

Nono menyebut ketidaksamaan itu bisa saja saat menyisakan masalah. Biasanya dalam kepengurusan warisan. Pihak terkait biasanya akan menolak karena tidaksamaan nama pemilik warisan. Alhasil, harus disamakan terlebih dahulu. Nah, akta lahir digunakan sebagai dasar penyamaan data tersebut.

‘’Orang dulu biasanya asal menuliskan data. Tak heran, kalau kemudian nama dalam KTP tidak sama dengan di ijazah maupun surat nikah. Ini harus disamakan dulu. Dasarnya pakai akta lahir,’’ terangnya.

Selain itu, kepengurusan umroh dan haji serta pensiunan juga butuh akta kelahiran. Karenanya, Nono menyebut pihaknya getol turun gunung untuk membantu warga lansia dalam kepengurusan akta tersebut. Warga tidak perlu ke Dukcapil. Petugasnya yang akan datang. Jadwalnya bergantian dari satu kelurahan ke kelurahan lain. Nono berharap timbul kesadaran bagi masyarakat sepuh untuk mengurus akta bagi yang belum. Paling tidak datang ke tempat sosialisasi.

‘’Kalau untuk usia 0-18 tahun, kepemilikan akta kelahiran sudah mencapai 98,5 persen. Tetapi untuk yang warga tua, masih banyak yang belum memiliki akta,’’ pungkasnya. (nanda/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Gelar Evaluasi, Walikota Apresiasi Warga Patuhi Anjuran Tetap Di Rumah

Gelar Evaluasi, Walikota Apresiasi Warga Patuhi Anjuran Tetap Di Rumah

MADIUN – Setelah sekitar dua pekan menyelenggarakan patroli keliling setiap malam untuk menghalau warga yang keluar rumah, Pemerintah Kota Madiun mengadakan evaluasi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (28/3) itu juga diikuti oleh Forkopimda lainnya di wilayah...

Alat Rapid Test Tiba, Jatim Tes Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini

Alat Rapid Test Tiba, Jatim Tes Covid-19 Serentak Mulai Hari Ini

SURABAYA – Sebanyak 18.400 alat Rapid Test akhirnya tiba di Surabaya, Jawa Timur. Alat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 8.400 dan sebanyak 10.000 rapid test bantuan dari Yayasan Tzu Chi Buddha. Mulai Jumat (27/3), Pemprov Jatim menggelar...