Wujudkan Madiun Kota Pintar, Tim GDS Kembali Lakukan Pembinaan Pada Pelajar

Di Posting Oleh madiuntoday

24 Februari 2020

MADIUN – Gerakan Disiplin Siswa (GDS) Dinas Pendidikan Kota Madiun bukan sekedar ajang penertiban pelajar. Namun, juga pembinaan agar lebih baik. Setidaknya, sebanyak 37 pelajar mendapat pembinaan dinas terkait usai terjaring GDS, Senin (24/2). Kendati didominasi pelajar SMA yang kini menjadi wewenang Pemerintah Provinsi, pembinaan tetap dilakukan agar pelajar makin tertib dan baik.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Madiun Hariyadi menyebut GDS dilaksanakan rutin dengan waktu yang tidak ditentukan. Serupa dengan kegiatan sebelumnya, GDS juga menyasar warung kopi dan internet di jam belajar. Bersama Satpol PP, pihaknya berhasil mengamankan pelajar berseragam yang kedapatan berada di warung saat jam sekolah.

‘’Ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk walikota terkait pelaksanaan GDS untuk mewujudkan Madiun Kota Pintar,’’ kata Hariyadi.

Hariyadi menyebut ada banyak dalih yang diberikan pelajar terkait. Mulai sekedar fotokopi, beli jajan, hingga menunggu waktu tryout ujian. Beberapa sekolah memang tengah menggelar tryout saat ini. Lantaran keterbatasan komputer, pelaksanaan terbagi dalam sejumlah sesi. Sayangnya, pelajar yang mendapat sesi siang ada yang menunggu di warung kopi. Pelajar sengaja ditertibkan agar tidak berlanjut ke hal-hal yang tidak diinginkan.

‘’Kalau memang jadwalnya siang, baiknya menunggu di sekolah atau di rumah. Bukan berangkat pagi kemudian ke warung. Ini juga harus jadi perhatian orang tua,’’ imbuhnya.

Orang tua, kata dia, harus mengetahui jadwal anaknya. Tak heran, pihaknya meminta guru pelajar terkait untuk juga menghubungi orang tua masing-masing. Harapannya, orang tua juga memberikan pembinaan. Hariyadi menyebut pembinaan akan dilanjutkan di sekolah masing-masing dengan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK). Dia juga meminta dokumentasi pembinaan sebagai bahan pelaporan kepada walikota.

‘’Ini akan kita pantau terus. Harapan kami tidak ada pelajar berseragam di warung saat jam sekolah,’’ ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemilik warung untuk tidak menerima pelajar berseragam di jam sekolah. Peran pemilik warung juga penting agar program GDS berjalan maksimal. (farid/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!