Kebakaran dari Tabung Gas? Begini Aksi Emak-emak PKK Mengatasinya

Di Posting Oleh madiuntoday

27 Februari 2020

MADIUN – Kebakaran rumah bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya, faktor kelalaian manusia. Tak heran, pemahaman terkait penanganan dan pencegahan kebakaran penting bagi masyarakat. Tidak hanya warga pria. Namun, juga ibu-ibu. Apalagi, kaum hawa lebih banyak berkecimpung dengan urusan dapur kala di rumah. Masalah kebocoran gas bisa saja berujung musibah jika tidak segera mendapat penanganan.

Karenanya, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun sengaja memberikan pelatihan kepada anggota PKK di Kota Madiun. Mulai penanganan api dari selang gas hingga yang sudah merembet pada kompor dan peralatan dapur. Pelatihan semakin menarik lantaran para emak-emak itu juga diminta praktik langsung.

Komandan Regu III Damkar Kota Madiun Wisnu Andika Hariputra menyebut ada beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan ibu-ibu ketika menghadapai kebakaran dari tabung gas. Pertama, Wisnu menyarankan untuk tetap tenang dan jangan panik. Sebab, panik bisa saja menimbulkan masalah baru. Pun, penanganan juga tidak akan maksimal.

‘’Dengan tetap bersikap dan berfikir tenang, ada waktu untuk mengingat apa yang harus dilakukan,’’ terangnya di sela pelatihan di Lapangan Olaharga Gulun, Kamis (27/2).

Kedua, jika terjadi kebakaran dari selang gas, Wisnu menyarankan untuk langsung melepas regulator tabung gas. Hal itu penting karena gas merupakan sumber bahan bakar apinya. Ketika gas diputus nyala api pun otomatis terhenti. Wisnu juga menyarankan untuk langsung menjauhkan tabung dari lokasi. Sebab, dikhawatirkan jika terdapat kebocoran pada tabung akan mudah tersulut api.

‘’Langkah selanjutnya melakukan penanganan pada api yang sudah membakar kompor ataupun alat dapur dengan APAT atau alat pemadam api tradisional,’’ terangnya.

Mengapa APAT? Wisnu menyebut APAT merupakan alat yang paling mudah ditemukan di lingkungan rumah. Kecuali kalau rumah memang dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR). APAT bisa apa saja. Mulai kain basah, pasir, air, dan lain sebagainya. Namun, untuk urusan tadi, Wisnu menyarankan menggunakan kain basah. Tidak harus karung goni. Kain tipis seperti sarung pun bisa.

‘’Kain harus dibasahi dulu dan jangan dilempar. Tapi diletakkan secara perlahan di atas area yang terbakar,’’ jelasnya.

Melempar kain, lanjutnya, bisa menimbulkan hembusan angin dan mengakibatkan api turut terhembus. Bahayanya, jika hembusan mengarah pada bahan-bahan mudah terbakar lain di sekitar. Lebih-lebih pada manusia.

Memegang kainnya juga memiliki cara tersendiri. Sebab, kain juga sebagai pelindung diri. Tangan untuk memegang harus aman. Caranya dengan melipat bagian kain yang dipegang untuk membungkus bagian jemari. Kedua tangan juga harus lurus dan jangan ditekuk.

‘’Kalau ditekuk, dikhawatirkan terjadi hembusan angin saat meletakkan kain akibat dorongan tangan tadi. Jadi saat meletakkan kainnya badan harus membungkuk perlahan,’’ kata Wisnu.

Wisnu menyebut jalan menuju ke areal yang terbakar juga harus miring. Sebab, kain baiknya diangkat tinggi melebihi kepala. Kain memang sekaligus pelindung kepala. Karenanya, jalannya harus miring. Selain itu, arah angin juga penting. Meletakkan kainnya harus membelakangi arah angin.

‘’Kalau ada api di ujung tabung atau selang, bisa dipadamkan dengan menutup aliran gas tadi menggunakan jari. Ditutup perlahan dari samping. Jangan takut karena tidak panas,’’ ungkapnya.

Terakhir, Wisnu menyarankan untuk penanganan tabung gas setelah semua api dipadamkan. Itu jika terindikasi masih adanya kebocoran dari tabung. Gas dari tabung harus dinetralkan dengan memasukkan tabung dalam air sampai gas di dalamnya habis. Jika aliran gas tersendat biasanya terjadi penyumbatan pada katup tabung.

‘’Mengatasinya bisa dengan menekan katup menggunakan obeng. Tapi kalau tabung baik-baik saja alias tidak terjadi kebocoran langkah-langkah tersebut tidak perlu dilakukan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Thamrin Jadi Satu Arah, Ini Skema Pengalihan Arus Jalan di Kota Madiun

Thamrin Jadi Satu Arah, Ini Skema Pengalihan Arus Jalan di Kota Madiun

MADIUN – Penyesuaian akses lalu lintas di Kota Madiun terus dilakukan. Rapat koordinasi (Rakor) terkait akses lalu lintas dari dan ke Kota Pendekar kembali digelar, Sabtu (4/4). Bertempat di Dinas Perhubungan Kota Madiun, Rakor menghasilkan sejumlah kebijakan baru....

Don`t copy text!