Dinsos PPPA Kota Madiun Tangani Anak Punk Dengan Hipnoterapi

Di Posting Oleh madiuntoday

28 Februari 2020

MADIUN – Ada cara baru yang diterapkan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun untuk menangani anak-anak punk. Yakni, melalui pendekatan emosional dan hipnoterapi.

Hal ini seperti yang tampak dalam upaya penanganan anak punk di UPTD Loka Bina Karya, Jalan Srindit, Jumat (28/2). Dua anak punk yang terjaring razia oleh Satpol PP mendapatkan pembinaan dan hipnoterapi dari petugas yang berwenang.

‘’Harapannya, cara ini bisa menjadi penyegaran bagi mereka. Serta, mengembalikan mindset mereka ke jalan yang benar,’’ ujar Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Kota Madiun Mahmudi.

Menurut Mahmudi, dua bocah laki-laki tersebut masih sangat belia. MM merupakan siswa SD berusia 13 tahun dari Kediri. Sedangkan, APE adalah siswa setara SMP berusia 15 tahun dari Bogor. Petugas Satpol PP mendapati keduanya sedang tiduran di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Taman. Sementara, tiga anak punk lainnya melarikan diri.

Lebih lanjut, Mahmudi menjelaskan, dua anak punk tersebut mengaku mengikuti jaringan mafia sholawat dari satu daerah ke daerah lainnya. Mereka diperkirakan sudah berada di Kota Madiun sejak beberapa hari. ‘’Namun, salah satu anak, yang berasal dari Bogor, mengaku sudah memulai perjalanan sejak dua minggu lalu dari rumah,’’ ungkapnya.

Sesampainya di shelter Srindit, kedua bocah tersebut diminta untuk mandi dan berganti pakaian. Mereka juga diberi makan dan minum. Selanjutnya, mengikuti pembinaan dan hipnoterapi. Salah seorang anak juga menjalani pengobatan oleh petugas puskesmas karena terindikasi sakit kulit.

Mahmudi berharap, melalui cara ini bisa menyadarkan kedua bocah tersebut agar tidak melakukan hal-hal di luar norma. Serta, kembali menjalani kegiatan sesuai dengan usianya. ‘’Tidak lagi merokok, bahkan minum minuman keras,’’ imbuhnya.

Selanjutnya, Dinsos PPPA Kota Madiun akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal dua bocah tersebut untuk upaya pemulangan. ‘’Bisa diantar atau dijemput. Maksimal berada di shelter hanya sampai tujuh hari,’’ jelasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

MADIUN- Momen Idulfitri yang biasanya identik dengan silaturahim dengan sanak saudara, tetangga, dan teman-teman harus ditunda kali ini. Mengingat, pandemi covid-19 yang membatasi mobilitas fisik, maka silaturahmi bertatap muka yang menjadi tradisi harus berganti....

Don`t copy text!