Sempat Bersembunyi di Ponorogo, Polisi Tangkap Tersangka Penghina Presiden dan Walikota

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Maret 2020

MADIUN – Kasus dugaan pelanggaran UU ITE terhadap Walikota Madiun Maidi dan Presiden Jokowi menapaki babak baru. Polisi berhasil mengamankan RHS, 26, warga Kelurahan Pangongangan, Manguharjo, tersangka kasus dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik pejabat publik tersebut. Polisi mengangkap RHS di rumah saudaranya di Desa Lembah, Babadan Ponorogo, Sabtu, 14 Maret kemarin. Pihak berwajib akhirnya menunjukkan batang hidung tersangka saat press release, Kamis (19/3). Di hadapan penyidik, tersangka yang belum memiliki pekerjaan itu mengaku hanya iseng.

‘’Motifnya hanya iseng. Pelaku sudah berada di wilayah Ponorogo sejak dua hari setelah berkomentar bernada hinaan itu,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota Iptu Fatah Meilana.

Kasus tersebut bermula ketika tersangka berkomentar menanggapi postingan berita terkait tukar guling aset PT KAI dengan Pemerintah Kota Madiun yang di-share di salah satu grup facebook pada 3 Maret lalu. Informasi itu di-share akun facebook Adi Jaguar Paw di grup facebook Pasar Besi Njoyo, Madiun. Tersangka berkomentar menggunakan akun berinisial RS dengan menggunakan foto orang lain. Tak ayal, komentar dengan kata-kata tak pantas itu memicu kemarahan sejumlah warga Kota Madiun dan mengadukan kepada pihak berwajib sehari setelahnya. Pengaduan itu lantas ditindaklajuti laporan resmi pihak kuasa hukum korban pada 7 Maret lalu dengan screenshoot komentar tersangka sebagai barang buktinya.

‘’Dari hasil penyidikan sementara, tersangka sengaja menggunakan foto profil orang lain untuk menutupi identitas asli. Tersangka juga langsung menghapus komentar dan menonaktifkan akun facebook tersebut,’’ jelasnya.

Tersangka, lanjutnya, memenuhi unsur tindak pidana penghinaan maupun pencemaran nama baik pejabat publik. Fatah menamvahkan tersangka dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman hukuman empat tahun penjara dan denda maksimal Rp 750 juta.

Kuasa Hukum Korban Arief Purwanto menyebut pihaknya menyerahkan tindak lanjut kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Pihaknya mengaku akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Selain itu, pihaknya juga berharap tersangka dilakukan penahanan selama proses penyidikan berlangsung.

‘’Ini semua untuk pembelajarn bersama. Jangan mudah terpancing dan membuat postingan maupun komentar yang tidak benar karena bisa berakibat pidana,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 24 Mei 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun, bisa melalui http://dashboard.madiunkota.go.id/ dan http://covid19.madiunkota.go.id/ [su_image_carousel source="media: 48568,48569,48570,48571,48572" crop="1:1" dots="no"...

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

MADIUN- Menyambut hari Raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh esok hari, Pemerintah Kota Madiun bersama personil gabungan dari TNI dan Polisi gelar patroli gabungan guna mengantisipasi takbir keliling yang biasa dilakukan di malam-malam menjelang lebaran.  Patroli gabungan...

Don`t copy text!