Enam dari Delapan PDP Kota Madiun Terkonfirmasi Negatif, Dua Lainnya Tunggu Hasil Lab

Di Posting Oleh madiuntoday

31 Maret 2020

MADIUN – Kabar baik datang dari Kota Madiun. Selain masih terbebas dari positif Korona, enam dari delapan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Madiun terkonfirmasi negatif Covid-19 tersebut. Kabar itu menyusul data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun, Selasa (31/3). Dua lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium di Litbangkes pusat. Kendati begitu, kondisi keduanya juga semakin membaik.

‘’Alhamdulillah, data terbaru, enam dari delapan PDP kita terkonfirmasi negatif. Semoga kabar baik ini terus berlanjut,’’ kata Walikota Madiun Maidi.

Kota Madiun saat ini menyisahkan dua PDP lagi. Walikota optimis dua lainnya ini juga negatif Covid-19. Walikota juga berharap tidak ada lagi warga yang berstatus PDP ke depan.

‘’Upaya-upaya terus kita perkuat agar tidak ada lagi penambahan PDP juga jangan sampai ada positif Korona di kota kita,’’ ungkapnya.

Kendati begitu, Orang Dengan Resiko (ODR) di Kota Madiun bertambah 54 orang. Artinya, ODR di Kota Madiun mencapai 157 orang. Namun, 29 di antaranya telah lewat masa pemantauan dan tidak sakit. Artinya, mereka tidak terpapar kendati berasal dari daerah positif Covid-19. Penambahan itu lantaran sudah mulainya gelombang mudik lebaran. Padahal, pemerintah sudah menghimbau untuk menunda kepulangan sementara waktu.

‘’Ke depan akan lebih kita perketat lagi. Kita juga menyiagakan petugas di terminal dan stasiun. Semua yang datang harus terdata. Mereka harus melakukan isolasi mandiri minimal 14 hari,’’ tegasnya sembari menyebut Orang Dalam Pengawasan (OPD) masih berada di angka 17.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani menyebut sudah menyiagakan petugas kesehatan di tiap-tiap kelurahan. Masing-masing terdapat seorang dokter, perawat, dan tenaga promosi kesehatan di tiap kelurahan. Hal itu diharap semakin mempermudah pelayanan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Ketua RT dan RW diminta untuk segera melapor kepada kelurahan tiap adanya kedatangan warga baru.

‘’Mulai beberapa hari kemarin sudah kita siagakan di masing-masing kelurahan untuk dokter, perawat dan promkes. Masyarakat juga harus membantu dengan paling tidak melaporkan setiap kedatangan warga,’’ pesannya. (agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!