Perketat Akses Masuk, Ini Jalur-Jalur yang Dibuka dan Dialihkan

Di Posting Oleh madiuntoday

31 Maret 2020

MADIUN – Pembatasan akses di Kota Madiun semakin ditingkatkan. Kali ini sejumlah jalan dialihkan untuk mempersempit kendaraan yang masuk ke wilayah kota. Kendaraan dari utara yang menuju ke Ponorogo tidak lagi lewat Jalan Thamrin. Namun, wajib lewat tepi timur. Artinya, kendaraan dari utara belok kiri ke Jalan Diponegoro sisi timur di simpang lima Tugu Pendekar. Kendaraan bisa melewati Jalan Tanjung Raya, Manisrejo hingga tembus simpang empat Te’an. Begitu juga sebaliknya.

‘’Kendaraan jarak jauh tidak lagi lewat Thamrin. Tapi lewat Tanjung Raya sana. DI Panjaitan nanti juga kita tutup,’’ kata Walikota Madiun Maidi yang meninjau lokasi penutupan dengan bersepeda, Selasa (31/3).

Walikota menambahkan hanya terdapat empat akses masuk Kota Madiun. Yakni, Jalan Panglima Sudirman, Mastrip, Pahlawan, dan Jalan Agus Salim. Sejumlah jalan kecil juga ditutup. Seperti Jalan Kelapa Sari. Akses dari timur hanya diperbolehkan lewat Jalan Setia Budi untuk kemudian masuk Jalan Mastrip. Kendati masih dibuka, Jalan Mastrip dilengkapi tenda dengan petugas penyemprot disinfektan. Begitu juga dengan tiga jalur akses masuk yang dibuka lainnya. Tujuannya, agar semua kendaraan yang masuk Kota Madiun terdeteksi dan tersterilisasi.

‘’Masuk Kota Madiun hanya lewat empat jalur. Jadi tidak liar seperti ini. Kalau seperti ini, kita sulit mendeteksinya,’’ imbuhnya.

Jalan, kata walikota, sejatinya tidak ditutup sepenuhnya. Jalan yang ditutup masih bisa dilalui untuk akses keluar. Seperti Jalan Thamrin masih diperbolehkan untuk yang ke utara. Begitu juga Jalan Diponegoro sisi barat. Jalan hanya untuk kendaraan dari arah barat. Sedang, dari timur masuk lewat Jalan Rimba Darma dengan tenda dan petugas penyemprot disinfektan. Begitu juga dengan sisi barat. Semua kendaraan jarak jauh wajib lewat ring road barat. Akses dari daerah Madigondo juga ditutup. Titiknya penutupan di Jalan Hayam Wuruk tepat di sebelah barat Jembatan Branjangan.

‘’Ini juga berlaku untuk warga Kota Madiun. Saya minta jangan keluar kota dulu. Ini demi kebaikan kita Bersama,’’ tegasnya.

Walikota menyebut semua kendaraan yang keluar masuk lewat empat jalur tadi akan dilakukan pemeriksaan. Mulai kemana dan tujuannya. Masyarakat Kota Madiun akan diminta kembali jika hendak keluar kota. Begitu sebaliknya. Warga luar kota dari daerah zona merah juga akan diminta karantina terlebih dahulu.

‘’Warga kita sejatinya sehat semua. Yang perlu diwaspadai warga dari luar kota. Makanya kita perketat untuk masuk ke Kota Madiun,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday).
[13:45, 31/03/2020] +62 811-3310-254: Enam dari Delapan PDP Kota Madiun Terkonfirmasi Negatif, Dua Lainnya Tunggu Hasil Lab

MADIUN – Kabar baik datang dari Kota Madiun. Selain masih terbebas dari positif Korona, enam dari delapan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Madiun terkonfirmasi negatif Covid-19 tersebut. Kabar itu menyusul data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun, Selasa (31/3). Dua lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium di Litbangkes pusat. Kendati begitu, kondisi keduanya juga semakin membaik.

‘’Alhamdulillah, data terbaru, enam dari delapan PDP kita terkonfirmasi negatif. Semoga kabar baik ini terus berlanjut,’’ kata Walikota Madiun Maidi.

Kabar baik ini bukan satu-satunya. Empat PDP Kota Madiun sebelumnya juga sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, sudah sepuluh warga yang awalnya PDP terkonfirmasi negatif. Kota Madiun saat ini menyisahkan dua PDP lagi. Walikota berharap tidak ada lagi warga yang berstatus PDP ke depan.

‘’Upaya-upaya terus kita perkuat agar tidak ada lagi penambahan PDP juga jangan sampai ada positif Korona di kota kita,’’ ungkapnya.

Kendati begitu, Orang Dengan Resiko (ODR) di Kota Madiun bertambah 54 orang. Artinya, ODR di Kota Madiun mencapai 157 orang. Namun, 29 di antaranya telah lewat masa pemantauan dan tidak sakit. Artinya, mereka tidak terpapar kendati berasal dari daerah positif Covid-19. Penambahan itu lantaran sudah mulainya gelombang mudik lebaran. Padahal, pemerintah sudah menghimbau untuk menunda kepulangan sementara waktu.

‘’Ke depan akan lebih kita perketat lagi. Kita juga menyiagakan petugas di terminal dan stasiun. Semua yang datang harus terdata. Mereka harus melakukan isolasi mandiri minimal 14 hari,’’ tegasnya sembari menyebut Orang Dalam Pengawasan (OPD) masih berada di angka 17.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani menyebut sudah menyiagakan petugas kesehatan di tiap-tiap kelurahan. Masing-masing terdapat seorang dokter, perawat, dan tenaga promosi kesehatan di tiap kelurahan. Hal itu diharap semakin mempermudah pelayanan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Ketua RT dan RW diminta untuk segera melapor kepada kelurahan tiap adanya kedatangan warga baru.

‘’Mulai beberapa hari kemarin sudah kita siagakan di masing-masing kelurahan untuk dokter, perawat dan promkes. Masyarakat juga harus membantu dengan paling tidak melaporkan setiap kedatangan warga,’’ pesannya. (agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

MADIUN- Momen Idulfitri yang biasanya identik dengan silaturahim dengan sanak saudara, tetangga, dan teman-teman harus ditunda kali ini. Mengingat, pandemi covid-19 yang membatasi mobilitas fisik, maka silaturahmi bertatap muka yang menjadi tradisi harus berganti....

Don`t copy text!