RSUD Kota Madiun Siapkan Ruang Observasi Pasien Suspect Covid-19

Di Posting Oleh madiuntoday

31 Maret 2020

MADIUN – Kendati bukan termasuk sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, RSUD Kota Madiun tetap bersiap diri. Saat ini, mereka telah menyediakan satu bangsal khusus sebagai ruang observasi berisi 14 bed.

Walikota Madiun Maidi saat meninjau bangsal observasi menuturkan, upaya ini sebagai langkah antisipasi yang dilakukan oleh RSUD Kota Madiun. ‘’Ini alternatif jika ada kondisi terburuk. Maka, ruang observasi ini kami siapkan,’’ tuturnya, Selasa (31/3).

Ruang observasi di RSUD Kota Madiun bukan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 atau yang masih berstatus sebagai PDP. Namun, hanya mengobservasi pasien yang memiliki gejala mirip Virus Korona. Jika kondisi pasien semakin mendekati gejala tersebut, maka akan segera dirujuk ke RSUD Dr. Soedono.

Tidak hanya bangsal berisi tempat tidur, RSUD Kota Madiun juga mempersiapkan tenaga medis. Seperti dokter spesialis paru dan perawat. Mereka juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar.

Para dokter dan perawat yang bertugas di ruang isolasi nantinya juga tidak dapat berkeliaran secara leluasa di dalam rumah sakit. Bahkan, komunikasi dibatasi hanya lewat CCTV. Selama bertugas mereka juga wajib mengenakan APD.

Pada kesempatan itu, walikota juga sempat menjajal pakaian APD yang akan dikenakan para tenaga medis. Menurutnya, pakaian tersebut sangat tidak nyaman. Hal tersebut dikarenakan bahan APD sangat rapat sehingga membuat penggunanya merasa gerah.

Untuk itu, walikota mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghargai perjuangan para tenaga medis yang tidak mudah ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mematuhi prosedur. Yakni, tetap di rumah, menjauhi daerah zona merah, dan menjaga kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Madiun dr. Agus Nurwahyudi, Sp.S menambahkan bahwa ruang isolasi yang disediakan ini merupakan tempat observasi sederhana. Sehingga, bukan tempat untuk merawat pasien positif Covid-19 maupun PDP. ‘’SOP-nya sudah kami siapkan, tapi fasilitasnya tentu tidak sebagus RS rujukan,’’ ungkapnya.

Untuk keamanan tenaga medis, RSUD Kota Madiun menyediakan 240 APD sekali pakai. Harapannya, upaya ini dapat membantu penanganan pasien. Khususnya, di wilayah Kota Madiun. ‘’Semoga Kota Madiun tetap zero positif Korona,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

MADIUN- Momen Idulfitri yang biasanya identik dengan silaturahim dengan sanak saudara, tetangga, dan teman-teman harus ditunda kali ini. Mengingat, pandemi covid-19 yang membatasi mobilitas fisik, maka silaturahmi bertatap muka yang menjadi tradisi harus berganti....

Don`t copy text!