Semprot Pakai Water Cannon, Forpimda Ingin Jalan-Jalan di Kota Madiun Steril

Di Posting Oleh madiuntoday

31 Maret 2020

MADIUN – Penyemprotan disinfektan menggunakan kendaraan water cannon juga berlangsung di Kota Madiun. Pemerintah setempat bersama TNI-Polri turun ke jalan melakukan penyemprotan menggunakan kendaraan pemecah kerumunan masa tersebut. Tak heran, penyemprotan semakin maksimal.

‘’Jalan yang dilalui banyak kendaraan juga harus steril. Karenanya, bantuan penyemprotan menggunakan water cannon dari Kepolisian ini sangat membantu,’’ kata Walikota Madiun Maidi, Selasa (31/3).

Terutama, jalan untuk akses ke pasar, rumah sakit, tempat ibadah, dan mall. Sejumlah tempat itu memang masih beroperasi seperti biasa. Karenanya, akses menuju tempat-tempat itu juga harus steril. Begitu juga dengan tempatnya. Pasar Besar Madiun, kata walikota, dilakukan penyemprotan disinfektan setiap hari ketika malam. Pedagang dan pembeli yang keluar masuk juga wajib masuk bilik sterilisasi dan mencuci tangan dengan sabun. Begitu juga di sejumlah tempat lain.

‘’Kota kita memang tidak lockdown. Artinya, orang masih bisa belanja dan lainnya. Nah, akses ke tempat-tempat ini yang kita semprot,’’ terangnya.

Selain itu, Pemkot Madiun juga melalukan pengetatan di terminal dan stasiun. Hal itu untuk mengantisipasi pendatang dari luar. Mereka yang tercatat dari daerah zona merah akan diminta untuk mengisolasi secara mandiri minimal 14 hari. Pun, akan selalu dipantau petugas. Ini merupakan upaya untuk melindungi warga Kota Madiun. Seperti diketahui, Kota Madiun masih bebas dari kasus positif Covid-19. Artinya, kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk warga dari luar kota.

‘’Kalau yang dari luar kota ini kita perketat, resikonya akan lebih kecil. Karena sebenarnya, warga kita sehat-sehat. Makanya, warga kita yang mau keluar kota juga kita larang sementara ini,’’ ungkapnya.

Bahkan, walikota menyiapkan tindakan tegas jika situasi semakin buruk. Yakni, dengan melarang mereka yang tidak ber-KTP Kota Madiun dan kendaraan berplat nomor luar daerah. Namun, opsi itu masih menunggu perkembangan situasi.

‘’Orang Kota Madiun yang kerja di luar kota stay dulu. Orang luar yang kerja di Kota Madiun juga kerja dari rumah dulu. Orang-orang yang pergerakannya lintas daerah seperti ini memang kita perketat,’’ pungkasnya sembari menyebut sudah melayangkan surat edaran ke daerah-daerah sekitar. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

MADIUN- Momen Idulfitri yang biasanya identik dengan silaturahim dengan sanak saudara, tetangga, dan teman-teman harus ditunda kali ini. Mengingat, pandemi covid-19 yang membatasi mobilitas fisik, maka silaturahmi bertatap muka yang menjadi tradisi harus berganti....

Don`t copy text!