Penangguhan Angsuran Bukan Berarti Tak Membayar Cicilan

Di Posting Oleh madiuntoday

1 April 2020

Begini Penjelasan Dirut PD BPR Kota Madiun…

MADIUN – Penangguhan angsuran bank bagi warga terdampak Covid-19 yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo rupanya masih salah dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Banyak di antaranya yang menghentikan pembayaran angsuran sehingga menyebabkan tunggakan cicilan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PD BPR Bank Daerah Kota Madiun Ahmadu Malik Dana Logistya saat mengikuti rapat koordinasi internal Pemkot Madiun dalam penanganan Covid-19 di Ruang 13 Balaikota Madiun, Rabu (1/4).

‘’Sesuai penjelasan OJK terkait statement Pak Presiden itu, bukan berarti selama 1 tahun nasabah tidak mengangsur sama sekali. Akan tetapi, pihak nasabah bisa minta kepada bank untuk restrukturisasi,’’ ujarnya.

Restrukturisasi merupakan penjadwalan kembali angsuran kredit nasabah. Misalnya, dengan memperpanjang jangka waktu pembayaran kredit agar angsuran lebih ringan. Atau, keringanan membayar bunga pinjaman per bulan tanpa angsuran pokok hanya selama 1 tahun ke depan.

Ahmadu menjelaskan, pengajuan restrukturisasi langsung dilakukan oleh nasabah ke pihak bank. Caranya, mengisi formulir pengajuan. Kemudian, pihak bank akan melakukan assessment terhadap nasabah tersebut.

‘’Kalau dari hasil assessment dinyatakan nasabah itu benar-benar terdampak Covid-19, maka bank akan membicarakan kembali dengan nasabah terkait restrukturisasi yang disepakati,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Ahmadu mengatakan, pengajuan restrukturisasi ini tidak hanya bagi warga yang dinyatakan positif Covid-19. Tapi, masyarakat yang terdampak Covid-19 secara ekonomi. Secara spesifik, ada lima sektor ekonomi yang terdampak penyebaran virus asal Wuhan ini. Yaitu, sektor perdagangan, UMKM, wisata, perhotelan, dan jasa.

Menurut Ahmadu, proses assessment cukup singkat. Antara 4-5 hari. Sedangkan, tenggang waktu pengajuannya adalah sejak dinyatakan darurat Covid-19 hingga 12 bulan ke depan. Hingga saat ini, ada sekitar 30 nasabah UMKM yang telah mengajukan assessment restrukturisasi angsuran di BPR.

Ahmadu pun menambahkan, tujuan penangguhan angsuran ini adalah agar nasabah yang terdampak Covid-19 ini masih bisa membayar angsuran kreditnya dengan lancar. Selain itu, juga menjaga stabilitas perbankan nasional. ‘’Kalau banyak yang menunggak, maka likuiditas dan laba bank akan terpengaruh,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

MADIUN- Momen Idulfitri yang biasanya identik dengan silaturahim dengan sanak saudara, tetangga, dan teman-teman harus ditunda kali ini. Mengingat, pandemi covid-19 yang membatasi mobilitas fisik, maka silaturahmi bertatap muka yang menjadi tradisi harus berganti....

Don`t copy text!