Mamin Hingga Kebutuhan Sandang Sumbang Inflasi Bulan Maret di Kota Pendekar

Di Posting Oleh madiuntoday

2 April 2020

MADIUN- Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis  data inflasi di Kota Madiun periode Maret 2020. Dari rilis yang diberikan, Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 103,39. Dari delapan Kabupaten/Kota penghitung inflasi Nasional di Jawa Timur, tujuh diantaranya mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin mengatakan, inflasi terjadi karena naiknya IHK pada beberapa komoditas. Yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,68 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen, kelompok makanan minuman (Mamin) dan tembakau sebesar 0,34 persen, dan lain sebagainya.

“Kota Madiun sendiri menempati urutan ketiga inflasi di Jawa Timur setelah Jember dan Banyuwangi. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,01 persen,” ungkapnya.

Umar menambahkan, berdasarkan kelompok komoditas, dari sebelas kelompok yang ada, delapan kelompok mengalami inflasi, sedangkan satu kelompok mengalami deflasi dan dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

“Kelompok makanan, minuman, punya andil besar terjadinya inflasi yakni sebesar 0,874 persen, disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0370 persen. Sedangkan yang tidak mengalami perubahan itu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keiangan serta kelompok pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, lebih lanjut Umar mengatakan, bahwa secara umum Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,01 dan nasional mengalami inflasi sebesar 0,10 persen.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

WhatsApp Sediakan Fitur Grup Call Hingga 8 Orang, Begini Caranya…

MADIUN- Momen Idulfitri yang biasanya identik dengan silaturahim dengan sanak saudara, tetangga, dan teman-teman harus ditunda kali ini. Mengingat, pandemi covid-19 yang membatasi mobilitas fisik, maka silaturahmi bertatap muka yang menjadi tradisi harus berganti....

Don`t copy text!