Usai Bersolek, Masjid Taman Tetap Bergaya Klasik di Tengah Perkotaan

Di Posting Oleh madiuntoday

5 Mei 2020

MADIUN – Kota Madiun cukup kaya akan budaya religi islami. Terbukti dari peninggalan masjid-masjid kuno yang ada di Kota Pendekar. Dua di antaranya, Masjid Taman dan Kuncen. Ya, keduanya bukan hanya bukti sejarah Islam di Kota Madiun. Tetapi juga lekat dengan sejarah pemerintahan di Madiun itu sendiri.

Kedua masjid sejatinya tidak pernah sepi pengunjung. Karenanya di area kedua masjid juga terdapat makam-makam pemimpin Madiun terdahulu. Namun, pengunjung memang dibatasi sejak adanya pandemi ini. Pemerintah Kota Madiun terus berupaya menjaga kedua aset berharga itu tetap lestari.

Seperti diketahui, Masjid Taman baru saja usai bersolek. Yakni, penambahan teras pada bagian serambinya. Saat ini, pembangunan telah usai. Masjid tampak lebih luas namun tetap dengan nuansa klasiknya seperti yang terlihat pada foto di atas.

Masjid ini memang bergaya klasik karena sudah ada sejak 1.754 silam. Di komplek makam masjid ini bersemayam sejumlah tokoh penting Madiun. Yakni, Raden Ronggo Prawirodirjo I atau Raden Ronggo Prawiro Sentiko yang menjadi bupati brang wetan Gunung Lawu (1755-1784), Raden Ronggo Prawirodirjo II yang menjabat Bupati Madiun (1784-1797). Raden Ronggo Prawirodirjo II merupakan kakek dari Raden Ronggo Prawirodiningrat dan Raden Bagoes Sentot Prawirodirdjo panglima perang Pangeran Diponegoro.

Selain itu, terdapat makam Pangeran Dipokusumo (Bupati Madiun 1810-1820), Ronggo Prawirodiningrat (Bupati Madiun 1822-1861), Raden Ronggo Ariyo Notoningrat atau Kanjeng Bagus (Bupati Madiun 1861-1869), Raden Mas Mas Tumenggung Adipati Sosronegoro (Bupati Madiun 1869-1879), Raden Mas Tumenggung Sosrodiningrat (Bupati Madiun 1879-1885), Raden Aryo Adipati Brotodiningrat (Bupati Madiun 1885-1900), Raden Tumenggung Koesnodiningrat (Bupati Madiun 1900-1929), Raden Mas Adipati Koesmen (Bupati Madiun 1929-1937), dan Raden Ronggo Koesnindar atau Pudak Sinumpet (Bupati Madiun 1937-1953).

Walikota Maidi berencana membuat sejumlah tempat bersejarah di Kota Madiun tersebut sebagai satu rangkaian paket wisata cagar budaya. Hal itu tak terlepas dari potensi yang luar biasa di dalamnya. Paket wisata ini bisa dimulai dari Bakorwil, Busbo, Makam Taman, Makan Kuncen, Sendang Kuncen, dan Padepokan SH Terate sebagai wisata budaya. (ws hendro/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 24 Mei 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun, bisa melalui http://dashboard.madiunkota.go.id/ dan http://covid19.madiunkota.go.id/ [su_image_carousel source="media: 48568,48569,48570,48571,48572" crop="1:1" dots="no"...

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

MADIUN- Menyambut hari Raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh esok hari, Pemerintah Kota Madiun bersama personil gabungan dari TNI dan Polisi gelar patroli gabungan guna mengantisipasi takbir keliling yang biasa dilakukan di malam-malam menjelang lebaran.  Patroli gabungan...

Don`t copy text!