Kompak, Warga Bulu Mas Solidaritas Dirikan “Pasar Cantolan” Untuk Warga Kurang Beruntung

Di Posting Oleh madiuntoday

14 Mei 2020

MADIUN- Solidaritas warga Jalan Bulu Mas, Kelurahan Kanigoro, Kota Madiun patut diacungi jempol. Pasalnya, mereka secara sukarela, setiap harinya mengumpulkan bahan makanan di depan rumah salah seorang warga. Nantinya, bahan-bahan makanan yang terkumpul itu akan di gantungkan di depan pagar dan kemudian dapat diambil siapa saja yang membutuhkan.

Berdasarkan penuturan Sri Dewi Ning, salah seorang warga yang menginisiasi adanya “pasar cantolan” mengatakan, tak diketahui mulai pukul berapa warga mengumpulkan bahan makanan di depan rumahnya. Yang jelas, tiap pagi dirinya sudah menerima banyak sumbangan dari warga sekitar.

“Bantuannya ini bermacam-macam, mulai dari sayur, mie instan, beras, telur. Pokonya bahan makanan yang bisa dimasak untuk tiga orang. Bahan makanan itu nanti kita kemas dalam wadah kantong plastik lalu saya cantolkan di depan. Mulai pukul 09.00 sampai sore hari bantuannya ada di depan rumah,” jelasnya saat ditemui pada Kamis (13/5).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, awal mula tercetus bantuan dengan cara seperti itu karena melihat situasi dan kondisi yang ada saat ini. Di tengah pandemi, semua orang harus saling membantu untuk menguatkan satu dengan lainnya. Maka dari itu, dirinya mengajak warga di lingkungan sekitar untuk ikut berbagi, meskipun dalam bentuk yang sederhana.

“Bantuan ini boleh diambil siapa saja yang membutuhkan, bukan hanya warga daerah sini saja. Tapi siapa saja yang tahu dan butuh, monggo silahkan ambil,” ungkapnya.

Sri berharap, bantuan yang diberikan ini tak hanya berhenti baik setelah Ramadan maupun setelah pandemi covid-19. Dirinya gerakan berbagi untuk membantu satu sama lainnya bisa terus berlanjutan.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

MADIUN- Meskipun lahan produktif di Kota Madiun terus menyusut lantaran beralih fungsi, tak lantas hal tersebut membuat pemkot setempat mengesampingkan persoalan pertanian. Justru, berbagai upaya guna memaksimalkan produksi optimal di bidang agrikultur terus dikebut....

Don`t copy text!