Usaha Kuliner Boleh Pakai Layanan Meja-Kursi Lagi, Walikota Ingatkan Tetap Jaga Jarak dan Pakai Masker

Di Posting Oleh madiuntoday

14 Mei 2020

MADIUN – Usaha kuliner di Kota Madiun sudah boleh berjualan dengan layanan makan di tempat kini. Hal itu mengemuka setelah Walikota Madiun Maidi memberikan izin pedagang memberikan layanan meja dan kursi. Namun, tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan terkait Covid-19. Terutama pakai masker dan berjarak.

‘’Untuk semua usaha kuliner bisa berjualan. Baik yang PKL, warung, hingga resto. Tetapi tetap dengan menerapkan SOP kesehatan penanganan Covid-19,’’ kata Walikota Madiun Maidi, Kamis (14/5).

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Madiun sedang tidak memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Covid-19 di Kota Pendekar. Namun, tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan terkait Covid-19. Karenanya, aktivitas perekonomian tetap berjalan kendati dengan pembatasan-pembatasan. Terutama mereka yang bergerak di bidang kuliner.

SOP yang dimaksud walikota juga berbeda. Walikota mengizinkan penjual menyediakan layanan meja dan kursi mulai saat ini. Tetapi tetap dengan mengedepankan physical distancing alias jaga jarak dan memakai masker. Walikota mencontohkan restoran yang biasanya menyediakan 40 kursi harus dikurangi. Paling tidak separuhnya. Pengurangan itu untuk memberikan jarak duduk antar pembeli.

‘’Boleh makan di tempat. Tapi jaraknya harus di atur. Paling tidak berjarak satu sampai dua meter antar kursinya. Biar tidak berkerumun,’’ terangnya.

Pengelola juga harus memberlakukan sistem buka tutup ketika kuota sudah penuh. Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ketika di dalam kuotanya sudah penuh. Pengelola baru boleh menerima pembeli jika sudah ada yang selesai dan keluar. Pengunjung yang mengantri juga tidak boleh berkerumun. Bahkan, pengelola wajib menolak ketika sudah tidak memungkinkan untuk diterima. Selain itu, pengunjung harus memakai masker dan dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Pengelola, lanjut walikota, juga harus mengedepankan protokol kesehatan. Yakni, dengan memakai masker. Bahkan, jika perlu juga menggunakan penutup wajah tembus pandang atau face shield. Semua alat yang digunakan juga wajib steril. Setelah tutup, semuanya dibersihkan jika perlu dilakukan penyemprotan disinfektan.

‘’PKL dan warung juga boleh pakai meja-kursi. Tapi harus berjarak. Pedagang dan pembelinya pakai masker. Kalau berkerumun akan kita tindak,’’ tegasnya sembari menyebut jam operasional tetap hanya sampai pukul 21.00 untuk semua jenis usaha.

Tim akan berkeliling untuk memastikan SOP dijalankan dengan baik. Hal itu dilakukan agar perekonomian tetap berjalan kendati secara perlahan. Seperti diketahui, Kota Madiun tidak sedang menerapkan PSBB. Namun, protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Kelonggaran ini juga agar kebutuhan makan masyarakat Kota Madiun terlayani. Selain itu, agar karyawan yang sempat dirumahkan dapat kembali bekerja.

‘’Prinsipnya Pemerintah Kota Madiun mengikuti instruksi pemerintah pusat maupun provinsi. Protokol kesehatan tetap, tetapi ekonomi juga berjalan biarpun perlahan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 24 Mei 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun, bisa melalui http://dashboard.madiunkota.go.id/ dan http://covid19.madiunkota.go.id/ [su_image_carousel source="media: 48568,48569,48570,48571,48572" crop="1:1" dots="no"...

Don`t copy text!