10 Malam Terakhir Ramadan, Iktikaf di Masjid Tetap Diperbolehkan dengan Syarat…

Di Posting Oleh madiuntoday

15 Mei 2020

MADIUN- Iktikaf merupakan salah satu amalan sunah yang bisa dikerjakan saat bulan Ramadan. Lazimnya, iktikaf dilaksanakan di dalam masjid dan lebih utama pada 10 hari terakhir Ramadan. Hal itu selaras dengan salah satu tujuannya yakni demi mendapatkan Lailatulqadar (Malam Kemuliaan).

Namun, mengingat kondisi saat ini pandemi virus korona yang tengah melanda Indonesia, terdapat perhatian khusus untuk pelaksanaan iktikaf, terutama di daerah yang rawan persebaran COVID-19.

Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo mengatakan, tak ada pelarangan pelaksanaan iktikaf di masjid, namun dirinya menegaskan kebijakan itu harus dibarengi dengan mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Selama tidak sakit dan tidak ada indikasi positif korona, iktikaf boleh dilaksanakan dengan mentaati protokol kesehatan. Beda lagi kalau sakit dan ada indikasi terpapar virus, jangan iktikaf di masjid,” jelasnya.

Sedangkan untuk wanita, Sutoyo memberi saran untuk  lebih baik menjalankan iktikaf di rumah masing-masing meskipun dalam kondisi sehat. Sementara itu, Pemerintah RI melalui Menteri Agama juga telah menerbitkan Surat Edaran Menag Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat imbauan kepada masyarakat untuk melaksanakan iktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan di rumah masing-masing, jika daerahnya termasuk dalam kategori zona merah.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

MADIUN- Meskipun lahan produktif di Kota Madiun terus menyusut lantaran beralih fungsi, tak lantas hal tersebut membuat pemkot setempat mengesampingkan persoalan pertanian. Justru, berbagai upaya guna memaksimalkan produksi optimal di bidang agrikultur terus dikebut....

Don`t copy text!