Kedepankan Protokol Kesehatan, Penghasilan Berangsur Mulai Ada Peningkatan

Di Posting Oleh madiuntoday

18 Mei 2020

MADIUN – Aturan makan di tempat saat pandemi cukup berjalan baik di Kota Madiun. Protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan ketat dan tegas. Bahkan, pengelola café menyiapkan petugas yang berkeliling khusus memberikan peringatan kepada pengunjung yang membandel.

‘’Setiap kursi yang diberikan tanda silang harusnya tidak untuk duduk. Tetapi yang namanya pengunjung biasanya ada saja yang membandel. Petugas sengaja ada yang keliling untuk memeriksa,’’ kata Manajer 2 Fat Guys dan Ueno Coffee Nicolaus Gelar Yudhoyono, Senin (18/5).

Setiap pengunjung yang melanggar aturan akan langsung diberikan peringatan. Pelanggaran lain, kata dia, biasanya soal masker. Pengunjung, biasanya membawa masker namun tidak dikenakan. Masker memang wajib kendati boleh dilepas saat makan dan minum. Selebihnya, harus dipakai kembali. Selain itu, pihaknya juga menerapkan pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan pakai sabun sebelum masuk café.

‘’Sebisa mungkin kami mengikuti anjuran pemerintah untuk penerapan physical distancing. Termasuk pengurangan kapasitas pengunjung dan pemberian jarak,’’ terangnya.

Yudho, sapaannya, tempatnya hanya menampung sekitar 30 persen dari kapasitas biasa. Dia menunjuk ruang tengah yang bisa menampung sampai 48 orang yang kini hanya diisi 18 orang. Begitu juga ruang samping dan halaman depan. Pekerja juga mengedepankan keselamatan. Bagian kasir menggunakan face shield dan tirai plastik sebagai pembatas. Antrian pembeli yang akan membayar juga diberlakukan jarak.

‘’Kami buka pukul 12.00 sampai 20.00, setelah itu kami gunakan untuk bersih-bersih dan sterilisasi tempat dan alat,’’ ungkapnya.

Pendapatan?

Yudho mengaku terjadi peningkatan pemasukan setelah diperbolehkan layanan dine in alias makan di tempat. Jika hari biasa bisa mendapatkan Rp 4 juta sehari, pihaknya hanya bisa mendapatkan Rp 1,5 juta saat pemberlakuan take away. Pun, dia terpaksa meliburkan 40 karyawannya hampir selama satu bulan. Saat ini, pemasukkannya mulai naik kembali.

‘’Tetapi yang terpenting karyawan yang sebelumnya harus dirumahkan bisa masuk kembali,’’ ungkapnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!