Beri Insentif Bagi Wajib Pajak, Pemkot Gratiskan Pajak Bagi Resto Beromzet di Bawah Rp 6 Juta Sebulan, Ini aturan mainnya…

Di Posting Oleh madiuntoday

3 Juni 2020

MADIUN – Penanganan terdampak Covid-19 bukan hanya soal bantuan sembako. Namun, bisa juga berangkat dari kebijakan yang meringankan masyarakat. Salah satunya, terkait pajak daerah. Pemerintah Kota Madiun telah mengeluarkan perwal 8/2020 tentang insemtif pajak daerah kepada wajib pajak terdampak Covid-19. Dalam perwal tersebut disebutkan adanya penundaan dan keringanan pembayaran pajak sejumlah sektor dalam kurun waktu tertentu.

‘’Untuk Pajak Daerah, mulai pajak restoran, hotel, hiburan, penerangan jalan non PLN, parkir, air tanah, pajak reklame untuk jenis rekalame papan nama, dan PBB (pajak bumi dan bangunan) perkotaan diberikan insentif. Nah, insentif ini bisa berupa penundaan bayar, pengurangan pajak, pengurangan sanksi administrasi berupa bunga, sampai penentuan kembali tanggal jatuh tempo,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun Sudandi, Rabu (3/6).

Wajib pajak, kata dia, diberikan penundaan pembayaran sampai akhir Juni untuk pajak April dan Mei. Sedang, pajak Juni, diberikan kelonggaran sampai akhir Juli. Bahkan, untuk PBB dapat dibayarkan sampai akhir tahun nanti.

Tidak hanya itu, Pemkot Madiun juga memberikan keringanan pembayaran. Pajak hotel melati hingga hotel bintang dua tidak dikenakan pajak untuk masa April sampai Juni. Pemkot memberikan diskon 100 persen. Namun, untuk hotel bintang tiga ke atas tetap dikenakan pajak seperti biasa. Hanya, mendapat kelonggaran untuk waktu pembayarannya. Setidaknya, terdapat 28 hotel non berbintang dan lima hotel berbintang di Kota Madiun. Namun, hanya dua hotel yang berbintang di atas tiga. Yakni, The Sun Hotel (bintang 3) dan Aston Hotel (bintang 4).

‘’Besaran pajaknya tetap sama. Hanya pembayaran bisa mundur sampai akhir bulan berikutnya. Tetapi yang lainnya (hotel di bawah bintang 3) bebas pajak 100 persen untuk tiga bulan itu,’’ jelasnya.

Selain itu, keringanan juga berlaku untuk restoran. Kriterianya, restoran termasuk warung makan, hingga café yang beromzet dibawah Rp 6 juta dalam sebulan mendapatkan keringanan 100 persen. Artinya, tidak perlu membayar pajak sama sekali untuk April, Mei, dan Juni tersebut. Sedang, mereka yang beromzet di atas Rp 6 juta sampai Rp 300 juta mendapatkan keringanan 50 persen. Artinya, pajak hanya separuh dari ketentuan yang dibayarkan.

‘’Kalau di atas Rp 300 juta tetap melakukan pembayaran seperti biasa,’’ ungkapnya sembari menyebut pajak parkir juga hanya mendapatkan keringanan 50 persen.

Dandi menambahkan wajib pajak harus mengajukan permohonan kepada Bapenda. Wajib pajak tidak perlu khawatir. Pihaknya sudah menyediakan formulir permohohan itu. Wajib pajak tinggal melakukan pengisian.

‘’Setiap bulan wajib pajak melakukan pelaporan di kantor kami. Saat pelaporan bisa sekalian mengisi formulir permohonan insentif pajak daerah tersebut,’’ pungkasnya. (vincent/ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!