Berlatar Belakang Guru Tapi Mahir Soal Tata Ruang Kota, Ternyata Begini Rahasia Walikota Maidi di Bidang Konstruksi

Di Posting Oleh madiuntoday

18 Juni 2020

MADIUN – Walikota Madiun Maidi lebih sering terlihat di lokasi proyek pembangunan fisik di Kota Pendekar. Tidak hanya meninjau, Mantan Sekda Kota Madiun itu juga seringkali memberikan arahan langsung. Bahkan, desain gambar proyek pembangunan merupakan hasil pemikiran walikota.

Hal tersebut tentu cukup kontras melihat latar belakang walikota sebagai tenaga pendidik. Kendati begitu, hasil pembangunan sudah dapat dinikmati kendati belum kelar 100 persen. Terlepas latar pendidikan Walikota Maidi, mantan guru SMAN 1 Madiun itu ternyata sedikit banyak memahami ilmu tata ruang kota dan konstruksi bangunan. Usut punya usut, walikota ternyata sering melihat dan mempelajari konstruksi dan tata kota di berbagai daerah hingga ke sejumlah negara.

‘’Saya sering bilang bahwa perubahan itu ada di ilmu pengetahuan. Siapa yang ingin melakukan perubahan ya harus belajar. Belajar bisa berangkat dari mana saja,’’ kata Walikota Maidi saat meninjau pengaspalan speed table Jalan Pahlawan, Rabu (17/6).

Keahlian tata ruang dan konstruksi bangunan tersebut didapat Walikota Maidi saat menjadi instruktur sewaktu masih tenaga pendidik. Walikota memanfaatkan tugas ke luar kota untuk melihat pembangunan di daerah tersebut. Begitu juga saat bepergian ke luar negeri. Walikota mengaku banyak mengadopsi konstruksi pembangunan dan tata ruang kota dari berbagai negara asia. Di antaranya, Singapura, Malaysia, Vietnam, Makau, hingga Australia dan Arab Saudi.

‘’Di Mekkah, Madinah, setiap pagi saya jalan berkeliling lihat-lihat konstruksinya. Di Vietnam juga begitu. Yang menurut saya bagus, saya ingat-ingat betul biar melekat di pikiran,’’ imbuhnya sembari menyebut pernah sepuluh hari di Vietnam juga dimanfaatkan untuk melihat tata kota disana.

Kota besar, kata walikota, bisa hidup 24 jam karena menyuguhkan keindahan. Baik keindahan di waktu siang maupun malam. Konsep itu juga mulai diterapkan di Kota Madiun. Walikota sengaja menjadikan kota penuh warna. Mulai bangunan dengan cat hingga warna-warni alami melalui tanaman berbunga. Kota akan indah dengan penuh warna. Sedang di waktu malam, keindahan terbentuk dari banyaknya lampu. Tak heran, walikota getol membuat Kota Madiun terang benderang dengan menambahkan lampu-lampu.

‘’Kita tidak banyak memiliki potensi alam. Tetapi bukan berarti kota kita tidak bisa menarik. Kita buat jadi menarik dengan sentuhan-sentuhan tadi. Itu yang saya lihat diberbagai negara di Asia,’’ ungkapnya.

Berbagai kota besar, lanjutnya, juga memiliki jalan andalan. Seperti Jalan Doho di Kediri, Malioboro di Jogja, dan Tunjungan di Surabaya. Bahkan, di Australia juga memiliki satu jalan khusus yang selalu ramai saat weekend. Kota Madiun tentu tidak kalah. Pahlawan Street Center bakal disulap seperti itu ke depan. Jalan Pahlawan bakal menjadi wisata keluarga, anak-anak, lansia yang ramah dan nyaman. Bahkan, untuk disabilitas sekalipun. Sheingga Kota Madiun bisa menjadi kota tujuan. Bukan sekedar kota transit.

Karenanya, walikota berharap masyarakat turut berpartisipasi mensukseskan pembangunan yang masih berlangsung saat ini. Partisipasi bisa berupa dukungan maupun kritik dan masukan. Sebab, pembangunan untuk kemajuan Kota Madiun ke depan.

‘’Sebagai orang Kota Madiun, kita harus bangga. Berikan masukan agar kota kita semakin maju dan dikagumi daerah lain,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!