Adaptasi di Tengah Pandemi, Ratusan UMKM Bertransformasi ke Dunia Digital

Di Posting Oleh madiuntoday

25 Juni 2020

MADIUN- Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Bidang Perekonomian Republik Indonesia, banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mulai melakukan transformasi digital di tengah pandemi korona.

Disebutkan, dalam kurun waktu 14 Mei hingga 9 Juni 2020, jumlah perpindahan UMKM menuju digital mencapai 301.115 UMKM dan masih terus bertambah. Hal tersebut, tak lepas dari pola konsumsi masyarakat yang kini juga berubah. Masyarakat yang dulu lebih suka belanja langsung atau offline, kini lebih banyak berbelanja secara daring (online).

Sedangkan untuk pemanfaatan teknologi digital, saat ini naik sekitar 15 persen sampai 20 persen. Penggunaan digital itu terdiri dari pemanfaatan e-learning, e-commerce, peningkatan literasi digital, permintaan delivery, dan kenaikan kebutuhan alat kesehatan atau kebersihan.

Sementara itu, di Kota Madiun sendiri, dari 23.457 UMKM yang terdaftar sebagian besar diantaranya juga beralih memanfaatkan digital untuk memasarkan produknya. Mulai dari penjualan, pemesanan, hingga promosi semuanya dilakukan lewat bantuan daring.

“Yang pasti, UMKM yang sudah ikut komunitas rata-rata sudah go-digital. Komunitas tersebut merupakan kumpulan dari berbagai macam UMKM,” jelas Kasi Pemberdayaan Usaha Mikro DPMPTSP KUM Angga Wahyu Nurcahyo.

Komunitas binaan yang telah menerapkan go digital diantaranya, adalah Asosiasi UMKM Madiun, BBB, Hipmikimdo, PIRT, Komunitas Rajut, dan Pepes. Sebagian besar yang beralih di dunia digital adalah mereka-mereka yang sudah mendapatkan pengarahan dan dibina oleh dinas dengan jumlah hingga ratusan anggota. Baik binaan berupa pelatihan digital marketing maupun pemantauan secara berkala terkait pengembangan usaha.

“Prinsipnya di tengah pandemi ini kita selalu berupaya untuk memfasilitasi para pelaku UMKM agar tetap bertahan dan terus berproduksi,” pungkasnya.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!