Layani Program KB Gratis, Pemkot Utamakan Keamanan Tenaga Medis dengan Protokol Kesehatan Ketat

Di Posting Oleh madiuntoday

29 Juni 2020

MADIUN – Pelayanan program KB gratis dalam memperingati Harganas di Kota Madiun bukan lantas dilakukan secara asal-asalan. Pelayanan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Hal itu sebagai upaya menekan angka penularan baik untuk warga maupun tenaga medis yang betugas.

‘’Untuk pelayanan program KB ini kita memiliki skema tersendiri. Selain pelayanan yang kita pisah dengan jenis pelayanan lain, semua sarana dan prasarana kita lengkapi,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani, Senin (29/6).

Layanan KB di Puskesmas sengaja disendirikan. Baik ruang tindakan hingga ruang tunggu dan pintu masuk. Petugas juga disiapkan di depan pintu masuk. Masyarakat langsung diarahkan sesuai dengan layanan yang diinginkan. Seperti yang terlihat di Puskesmas Oro-oro Ombo. Layanan untuk program KB lewat pintu selatan. Sedang, masyarakat untuk layanan umum melewati pintu utara.

‘’Sesuai arahan bapak walikota, masyarakat yang mengikuti program KB harus dilakukan rapid test terlebih dahulu,’’ ujarnya.

Hal itu dilakukan sebagai keamanan Covid-19. Sebab, masyarakat yang mengikuti program KB belum dapat dipastikan kesehatannya dari Covid-19. Bisa jadi warga yang bersangkutan berstatus orang tanpa gejala (OTG). Sebab, OTG tidak memunculkan gejala seperti orang sakit. Artinya, warga yang bersangkutan dalam kondisi sehat tetapi membawa virus di dalam tubuhnya.

Karenanya, alat pelindung diri (APD) wajib hukumnya bagi tenaga medis yang bertugas. Selain itu, pihaknya juga menambahkan chamber alias bilik sterilisasi. Ruang tindakan juga khusus. Pihaknya mendesain dengan pembatas tembus pandang antara pasien dengan nakesnya.

‘’Jika KB yang dipilih model implant, maka hanya bagian lengannya saja yang masuk ruang tindakan. Bagian tubuh lainnya akan terbatasi dengan tirai tembus pandang,’’ ungkapnya.

Walikota Madiun Maidi menyebut keamanan tenaga kesehatan wajib menjadi perhatian. Sebab, tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling rentan terjadi penularan. Segala kemungkinan penularan harus sudah tersolusikan sebelum tindakan dilakukan. Karenanya, walikota bakal mencukupi sarana dan prasarana protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk pelayanan program KB tersebut.

‘’Pelayanan tidak boleh sembrono. Harus tetap mengedepankan protokol kesehatan biarpun itu bukan tindakan untuk pasien Covid-19. Ini penting karena kita tidak tahu siapa yang bersih atay terpapar virus tersebut,’’ tegasnya.

Seperti diberitakan, Kota Madiun melaksanakan program KB metode kontrasepsi jangka Panjang (MKJP) gratis dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 kali ini. Kota Madiun mendapatkan target 204 aseptor baru. Kota Madiun sudah melampaui target dengan mendapatkan 242 aseptor baru. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!