Tinjau PPDB SDN Sukosari, Walikota Wacanakan Regrouping Sekolah Sepi Peminat

Di Posting Oleh madiuntoday

29 Juni 2020

MADIUN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) memang masih berlangsung. Kendati PPDB jalur reguler baru dibuka, Rabu (1/7) besok, sejumlah sekolah sudah mulai mendapatkan calon siswa dari jalur prestasi yang sedang berlangsung saat ini. Namun sebaliknya, sejumlah sekolah lain masih tercatat sepi peminat. Salah satunya, SDN Sukosari yang hanya memiliki lima sampai enam siswa perkelas. Kondisi serupa disinyalir juga akan terjadi pada PPDB tahun ini.

‘’PPDB sedang berlangsung, sekalian kita tinjau. Kenapa sekolah ini kok kurang diminati. Padahal, infrastrukturnya bagus, guru dan kepala sekolahnya juga bagus,’’ kata Walikota saat meninjau SDN Sukosari, Senin (29/6).

Pendidikan memang menjadi salah satu perhatian utama walikota. Maklum, Walikota Maidi berlatar belakang tenaga pendidik. Walikota mengaku bakal melakukan kajian terkait sekolah tersebut. Bahkan, wacana penggabungan atau regrouping pun mengemuka.

‘’Akan kita kaji dulu. Apakah, di lingkungan sekitar sini memang minim anak usia wajib belajar. Kalau memang iya, berarti program KB berhasil. Nanti kita lihat sekolah terdekat apakah juga memiliki jumlah murid di bawah rombel (rombongan belajar). Kalau iya, mungkin akan kita gabung saja,’’ ungkapnya.

Regrouping, lanjut walikota, memberikan banyak manfaat. Salah satunya, perhatian kepada instansi sekolah lebih maksimal. Walikota tunjuk bukti, pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti laboratorium atau ruang komputer. Pembangunan sarana tersebut bakal lebih maksimal jika hanya di satu sekolah. Sebaliknya, pembangunan bakal kurang optimal jika kemudian hanya untuk pembelajaran segelintir siswa.

‘’Kalau hanya ada lima murid, kemudian kita bangunkan lab, apa ya tidak pemborosan. Mungkin akan lebih maksimal kalau digabung dulu, kemudian dibangunkan lab yang lebih besar dengan alat-alat yang lebih lengkap,’’ terangnya.

Walikota menambahkan pengkajian tidak hanya di SDN Sukosari. Namun, juga di sekolah lain. Mantan guru SMAN 1 Madiun tersebut mengaku banyak sekolah negeri di Kota Madiun dengan jumlah murid di bawah rombel. Pihaknya mengaku akan memanggil Dinas Pendidikan untuk membahas hal tersebut.

‘’Sekarang banyak orang tua yang hanya memiliki dua anak. Artinya, program KB berjalan. Di lain pihak banyak sekolah swasta bermunculan. Tentu ini memberikan pengaruh terkait penerimaan peserta didiknya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!