Wakili Kota Madiun, Kelurahan Pandean Siap Unjuk Gigi Lomba Kampung Tangguh Semeru Tingkat Provinsi

Di Posting Oleh madiuntoday

30 Juni 2020

MADIUN – Kelurahan Pandean di Kota Madiun berkesempatan menjadi Kampung Tangguh Semeru tingkat Jawa Timur tahun ini. Itu lantaran kelurahan tersebut mewakili Kota Pendekar dalam lomba Kampung Tangguh Semeru yang diprakarsai Polda Jawa Timur tersebut. Lingkungan Rt 52 Rw 17 kelurahan tersebut telah menyisihkan lima kampung tangguh lain di Kota Madiun dalam babak seleksi sebelumnya.

‘’Ada delapan item penilaian. Kita sudah memenuhi itu. Tinggal bagaimana kita berinovasi agar beda dengan daerah lain,’’ kata Ketua Rt setempat Djanuarko Pujo.

Di antaranya, bidang ekonomi, kesehatan, keamanan, pos pengawasan, sarana dan prasarana, gotong royong, hingga peran tiga pilar. Djanuarko menyebut delapan item penilaian itu sudah melekat di warganya. Dia mencontohkan adanya pengawasan 24 jam di pos depan masuk perumahan. Setiap kedatangan dilakukan pemeriksaan masker dan suhu badan. Setiap depan rumah juga menyediakan tempat cuci tangan.

‘’Kesadaran masyarakat sini Alhamdulillah cukup tinggi. Masyarakat sudah terbiasa mencuci tangan sebelum masuk rumah. Jadi bukan sekedar menggugurkan kewajiban protokol kesehatan Covid-19,’’ jelasnya.

Selain itu, di lingkungannya juga terbentuk posko kesehatan. Posko tersebut sudah ada sebelum adanya lomba Kampung Tangguh Semeru tersebut. Hal itu diinisiasi warga setempat yang memang berprofesi sebagai tenaga medis. Ada dokter dan bidan. Artinya, tanpa adanya lomba tersebut, pihak warga secara mandiri sudah mendirikan posko kesehatan.

‘’Saat Covid-19 melanda, warga di sini sudah langsung menjalankan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah. Jadi, saat kami ditunjuk sebagai kampung tangguh, warga di sini sudah siap. Hanya tinggal memunculkan inovasi agar beda dengan yang lain,’’ imbuhnya.

Djanuarko menyebut ada beberapa sikap yang mungkin bisa menjadi nilai tambah. Salah satunya, kepedulian warga terkait adanya ODR. Djanuarko tak menampik mobilitas warganya cukup tinggi hingga ada warga yang terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah karena pulang dari luar kota. Warga yang bersangkutan cukup tertib dengan tidak keluar rumah. Warga lain menyuplai bahan makanan dengan menaruhnya di pagar rumah yang bersangkutan.

‘’Disiplin dan partisipasi masyarakat serta tiga pilar penting dalam penilaian. Karenanya, kami sengaja mengedepankan itu dalam lomba ini. Menariknya, karakter itu sudah terbentuk sebelum ada lomba,’’ pungkasnya. (rama/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!