Kebanjiran Order Reparasi, Penyedia Jasa Servis Sepeda Dulang Berkah Di Tengah Pandemi

Di Posting Oleh madiuntoday

2 Juli 2020

MADIUN – Mewabahnya Virus Korona di Indonesia rupanya tak melulu membawa dampak negatif. Sebagian pelaku usaha justru meraup berkah dari pandemi tersebut. Salah satunya, bengkel sepeda dan penjual sepeda bekas.

Hal ini seperti yang dialami oleh Lanjar. Penyedia jasa reparasi sepeda di Pasar Srijaya itu sampai kewalahan menghadapi permintaan konsumen. ‘’Biasanya sehari 1-3 orang yang minta servis. Sekarang seakan tidak berhenti permintaan mengalir terus,’’ ujarnya saat ditemui, Kamis (2/7).

Reparasi yang sering ditanganinya antara lain perbaikan ban seperti pompa atau tambal ban, hingga ganti onderdil. Berbagai jenis sepeda juga sudah ditanganinya. Mulai sepeda lipat, federal, BMW, roadbike, hingga mountain bike (MTB).

Hal serupa juga dirasakan pasangan suami istri Slamet Riyanto dan Rutini. Pemilik kios sepeda bekas Rutin di Pasar Srijaya itu mengaku pendapatannya meningkat sejak tiga bulan terakhir. ‘’Kalau biasanya per hari hanya 1 atau 2 orang saja yang cari sepeda, sekarang bisa 5 sampai 6 orang,’’ ujar Slamet.

Tak hanya itu, omzet yang mereka raih setiap bulannya juga mengalami peningkatan dua kali lipat. Hasilnya pun mencapai jutaan rupiah. Barang dagangannya juga habis karena laku di pasaran.

Awalnya, Slamet dan Rutini juga tak menyangka hal ini bakal terjadi. Ketika wabah Korona mulai menyebar di Indonesia sekitar Maret lalu, pasutri yang memiliki 3 anak tersebut juga ikut terpukul.

‘’1 bulan pertama Korona mulai mewabah itu pasar sepi seperti kuburan. Tidak ada pengunjung yang datang. Toko kami pun sepi,’’ ungkap Rutini.

Memasuki bulan kedua, kegiatan bersepeda mulai ramai diminati masyarakat. Dari situ, tokonya mulai ramai didatangi orang-orang yang mencari sepeda. Mulai dari sepeda utuh, onderdil, hingga aksesoris.

Meski begitu, saat ini Slamet mengaku kewalahan menghadapi permintaan masyarakat. Pasalnya, onderdil dan aksesoris semakin langka. ‘’Akhirnya, terpaksa tidak bisa melayani pembeli karena barangnya langka,’’ tuturnya.

Namun, Slamet dan Rutini tetap bersyukur. Sebab, mereka mampu melewati masa-masa sulit di tengah pandemi. ‘’Ini semua rezeki dari Tuhan yang patut disyukuri,’’ ucapnya.

Keduanya juga berharap agar pandemi Virus Corona segera berakhir. Sehingga, tak hanya pedagang sepeda saja yang kebanjiran order. Tapi, pelaku usaha lainnya juga bisa bekerja seperti sedia kala. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Jalan A Yani Jadi Dua Arah, uji Coba Dimulai Sore Ini

Jalan A Yani Jadi Dua Arah, uji Coba Dimulai Sore Ini

MADIUN – Uji coba pemberlakuan dua arus di Jalan A Yani mulai dijalankan, Sabtu (24/10) sore. Pemberlakuan bakal dimulai pukul 17.00. Pengendara dari Jalan Pahlawan sebelah utara Patung Pecel bisa berbelok ke kanan menuju Jalan A Yani. Artinya, tidak harus lurus ke...

Don`t copy text!