Rapid Test Gratis Syarat UTBK Hanya untuk Warga ber-KTP Kota Madiun

Di Posting Oleh madiuntoday

3 Juli 2020

MADIUN – Layanan rapid test gratis sebagai syarat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) cukup diminati masyarakat. Terbukti, ratusan peserta UTBK telah memanfaatkan layanan Pemerintah Kota Madiun tersebut. Namun, ada beberapa yang terpaksa tak mendapatkan layanan karena tak memenuhi syarat.

‘’Jadi yang kita gratiskan adalah warga Kota Madiun. Jadi harus ber-KTP Kota Madiun. Di luar itu kami tidak bisa melayani,’’ kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah, Jumat (3/7).

Aflah tak menampik ada beberapa peserta UTBK dari luar kota yang datang ke Puskesmas untuk mendapatkan layanan tersebut. Kebetulan yang bersangkutan bersekolah di Kota Madiun. Aflah menegaskan layanan bukan berdasar alamat sekolah. Tetapi alamat dalam KTP. Artinya, biarpun bersekolah di Kota Madiun tapi bukan warga Kota Madiun tetap tidak bisa dilayani.

‘’Ini bukan hanya untuk pelajar yang baru lulus tahun ini. Tapi bisa juga bagi pelajar lulusan tahun lalu asal warga Kota Madiun. Karena bisa saja baru kuliah di tahun ini meski sudah lulus dua tiga tahun lalu,’’ jelasnya.

Selain itu, rapid test juga hanya untuk keperluan mengikuti UTBK tersebut. Artinya, diluar urusan itu tidak akan dilayani. Karenanya, peserta wajib membawa kartu ujian UTBK dan KTP. Aflah menambahkan rapid test hanya berlaku satu kali. Peserta yang membutuhkan rapid test kembali untuk urusan berikutnya tidak bisa dilayani. Rapid test bisa dilakukan secara mandiri di klinik kesehatan atau rumah sakit. Hanya, tentu berbayar. Informasi yang dia terima, rapid test mandiri berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 600 ribu.

‘’Kalau di kami gratis. Tetapi ada biaya administrasi untuk surat keterangan sehat di Puskesmas sebesar Rp 15 ribu. Itu sudah diatur dalam Perda. Sedang, untuk waktunya sampai H-1 pelaksanaan UTBK. Jadi kalau ujiannya Rabu, ya rapid test terakhirnya Selasa,’’ terangnya.

Aflah menyebut layanan rapid test gratis mengemuka setelah muncul kebijakan dari panitia seleksi wilayah masuk perguruan tinggi tersebut. Pun, cukup mendadak. Salah satunya, untuk wilayah Surabaya. Aflah menyebut awalnya untuk wilayah Surabaya hanya mensyaratkan protokol kesehatan tanpa rapid test. Keputusan ini baru muncul, Kamis kemarin. Pemerintah Kota Madiun langsung mengambil kebiijakan untuk rapid test gratis.

‘’Rapid test kami lakukan secara selektif dan terukur. Saat ini memang untuk pelajar calon peserta UTBK, ke depan mungkin bisa ke yang lain melihat perkembangan dan kebutuhan,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!