Ingin Kota Hidup Siang-Malam, Walikota Getol Tambah Tanaman Bunga dan Terang Lampu

Di Posting Oleh madiuntoday

7 Juli 2020

MADIUN – Konsep sejuta bunga di Kota Madiun mulai terlihat. Berbagai warna-warni bunga sudah menghiasi sudut-sudut kota. Hal itu tak terlepas dari kecintaan Walikota Madiun Maidi akan tanaman. Mantan guru geografi itu memang dekat dengan lingkungan. Selain itu, cukup paham tentang ilmu alam. Tak heran, wajah Kota Madiun cukup banyak dihiasi pepohonan. Bahkan, mantan Sekda Kota Madiun itu juga kerap turun langsung menangani pohon-pohon di Kota Madiun.

‘’Kota ini harus hidup 24 jam. Dari pengalaman saya, kota yang hidup itu yang penuh warna dan terang saat malam,’’ kata walikota.

Karenanya, konsep sejuta bunga mengemuka di Kota Madiun. Selain itu, juga penambahan lampu-lampu taman. Bunga untuk mempercantik kala siang. Sedang, kerlap-kerlip lampu melengkapi saat malam. Konsep itu seperti yang pernah dilihat walikota saat berkunjung di berbagai kota di luar negeri. Konsep itu lantas diterapkan di Kota Madiun.

‘’Kalau kota ini hidup, ekonomi jalan. Maka tujuan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menyebut setidaknya terdapat 16 ribu pohon yang menjadi tanggung jawab dinasnya. Jumlah itu sudah termasuk penambahan terbaru sejak era Walikota Madiun Maidi. Perawatan pohon memang menjadi atensi tersendiri oleh walikota. Mulai penyiraman, pemupukan, hingga pemangkasan.

‘’Bapak walikota memang memberikan perhatian tersendiri terkait pohon-pohon di Kota Madiun. Karenanya, perawatan rutin kami lakukan setiap hari secara bergantian,’’ terangnya.

Namun, bukan berarti setiap pohon disiram setiap hari. Bahkan, terdapat sejumlah jenis tanaman yang tidak boleh banyak diberi air. Pohon tabebuya dan bougenvil di antaranya. Namun, petugas tetap melakukan penyiraman setiap hari. Sebab, jumlah pohon yang harus dirawat cukup banyak. Penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan sudah dibuatkan jadwal tersendiri. Petugasnya setiap hari berkeliling mengikuti jadwal tersebut.

‘’Untuk pemupukan juga terbagi beberapa jenis. Ada pemupukan untuk akar, daun, dan bunga. Jadwalnya ada yang seminggu sekali ada yang sebulan sekali,’’ ungkapnya sembari menyebut terdapat 104 petugas lapangan dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar setahun untuk perawatan ribuan pohon tersebut. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Sosialisasikan Peringatan HUT Kemerdekaan, Pemkot Gelar Forum Kehumasan

Sosialisasikan Peringatan HUT Kemerdekaan, Pemkot Gelar Forum Kehumasan

MADIUN – Ada yang berbeda dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan kali ini. Tidak ada upacara Detik-detik Proklamasi di Alun-alun Kota Madiun. Upacara sakral itu hanya berlangsung di istana negara. Sedang, walikota dan Forpimda mengikuti secara virtual dari Kota...

Don`t copy text!