Kembali Langgar Protokol Kesehatan, Satpol PP Razia PKL di Jalan Baru Kecamatan Taman

Di Posting Oleh madiuntoday

7 Juli 2020

MADIUN – Instruksi Walikota Madiun Maidi terkait penutupan sementara warung makan yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 bukan isapan jempol belaka. Tindakan tegas benar-benar dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja daerah setempat bagi yang melanggar. Seperti yang terlihat saat razia warung kaki lima di kawasan jalan baru Kecamatan Taman, Senin (6/7) malam kemarin. Setidaknya, sembilan warung terpaksa diminta tutup lantaran melanggar anjuran buka dengan protokol kesehatan tersebut.

‘’Malam minggu kemarin kami banyak menemukan pelanggaran di sini. Baik pedagang maupun pembelinya. Tetapi saat itu hanya diberikan sosialiasi dan peringatan,’’ kata Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Sunardi menyebut hampir semua pedagang disana melanggar. Walikota Madiun lantas memberikan instruksi untuk dilakukan penutupan sementara sampai pemberitahuan lebih lanjut. Namun, pihaknya menemukan masih banyak yang nekat buka. Setidaknya tercatat sembilan pedagang yang berjualan kembali kendati belum ada instruksi lebih lanjut.

‘’Berdasar pemantauan tim kami, masih ada yang buka. Setelah kami cek malam ini ternyata benar, ada sembilan pedagang yang buka. Terpaksa kami minta untuk tutup,’’ jelasnya.

Pemerintah Kota Madiun, lanjutnya, tidak melarang pedagang berjualan. Kelonggaran ini dilakukan agar roda perekonomian kembali berjalan normal biarpun di tengah pandemi. Hanya, aktivitas berjualan wajib menerapkan protokol kesehatan. Hal itu penting untuk menekan penularan. Bahkan, Walikota Madiun Maidi berharap pedagang menjadi pelopor tertib protokol kesehatan. Mulai pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun.

‘’Pedagang harus tertib dulu. Kalau ada pembeli yang melanggar, pedagang harus tegas mengingatkan atau bahkan ditolak. Bukan malah memberi contoh tidak baik. Pemerintah tegas demi kebaikan bersama,’’ terangnya sembari menyebut pedagang diperbolehkan berjualan masker untuk pembeli yang lupa tidak membawa.

Sunardi menambahkan, petugasnya terus berkeliling secara diam-diam memantau aktivitas jual-beli di semua titik. Sunardi menegaskan perlakuan kepada pedagang dipastikan sama. Pihaknya juga memberikan sosialisasi dan peringatan kepada pedagang di kawasan Alun-alun. Penutupan tak segan dilakukan jika terbukti mengulang pelanggaran.

‘’Terus kita evaluasi. Kalau ditemukan pelanggaran lagi pasti akan kami tindak tegas,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!