Tak Hanya Polisi, TNI Juga Luncurkan Motor Tangguh Semeru

Di Posting Oleh madiuntoday

9 Juli 2020

MADIUN – Motor Tangguh di Kota Madiun bukan hanya dari Kepolisian. Unsur TNI juga punya motor tangguh untuk penanganan Covid-19. Tiga motor tangguh dari Kodim 0803 Madiun itu di-launching Walikota Madiun Maidi bersamaan dengan pelepasan mobil tangguh Polres Madiun Kota, Kamis (9/7). Walikota Maidi berharap keberadaan motor tangguh semeru milik TNI tersebut semakin meningkatkan peran penanganan Covid-19 di Kota Madiun.

‘’Penanganan Covid-19 ini memang butuh peran bersama. Dengan hadirnya motor dan mobil tangguh dari TNI dan Kepolisian ini semoga langkah kita dalam melawan Covid-19 ini semakin efektif,’’ kata walikota.

Seperti halnya motor tangguh milik Polres, motor tangguh dari TNI ini juga bakal menjadi sarana sosialisasi dan himbauan protokol kesehatan kepada masyarakat. Sosialisasi menggunakan motor bakal efektif untuk geografis perkotaan. Motor dapat masuk gang dan menjangkau tempat yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Harapannya, sosialisasi semakin merata kepada masyarakat.

‘’Masyarakat Kota Madiun itu beragam. Dengan peran bersama ini sosialisasi dapat semakin merata,’’ harapnya.

Pemerintah Kota Madiun memang semakin menggalakan sosialisasi dan himbauan khususnya protokol kesehatan. Motor tangguh tidak hanya sarana sosialiasi. Tapi juga praktik langsung. Sebab, motor dilengkapi alat cuci tangan, masker, hingga hand sanitizer. Petugas bisa langsung memberikan contoh langsung pemakaian masker dan cuci tangan yang benar.

‘’Masker kain itu kan efektif digunakan empat jam. Hal-hal seperti ini perlu terus disosialisasikan agar pemakaian masker ini berfungsi maksimal,’’ ungkapnya.

Begitu juga dengan cuci tangan pakai sabun. Cuci tangan memang hal sepele. Padahal, terdapat tujuh tahapan dalam cuci tangan yang benar. Terdapat bagian-bagian yang harus tersentuh. Mulai sela jari, bagian dalam dan punggung tangan, ujung jari, dan lain sebagainya. Bukan sekedar terkena sabun lantas dibilas air. Cara tidak benar memungkinkan masih adanya bakteri maupun kuman yang tertinggal.

‘’Praktik hal-hal kecil seperti ini perlu dilakukan langsung kepada masyarakat di tingkat bawah. Sebagian masyarakat hanya bisa dijangkau dengan kendaraan kecil seperti sepeda motor,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!