Kemenhub Susun Draft Regulasi Keamanan Sepeda

Di Posting Oleh madiuntoday

10 Juli 2020

Atur Teknis Hingga Fasilitas Pendukungnya

JAKARTA – Kementerian Perhubungan semakin serius dalam merancang regulasi untuk pengguna sepeda. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya jumlah penikmat kendaraan roda dua tersebut di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, setidaknya ada lima hal yang dilarang dalam penggunaan sepeda. Yakni, pesepeda dilarang menambah aksesoris untuk mengangkut penumpang. Namun, larangan ini dikecualikan untuk sepeda-sepeda yang memang didesain memiliki tempat duduk penumpang.

Larangan berikutnya, pesepeda tidak boleh menggunakan atau mengoperasikan ponsel saat mengendarai sepeda. Selain itu, pesepeda dilarang menggunakan payung ketika berkendara kecuali pedagang.

Tak hanya itu, laju pengemudi pun tidak diperkenankan berdampingan dengan kendaraan lain. Kecuali, sudah ditentukan oleh rambu-rambu lalu lintas. ‘’Pesepeda juga dilarang melaju dengan cara berjajar di jalan raya melebihi dua orang,’’ ujarnya sebagaimana dikutip dalam Tempo.co, Selasa (7/7).

Kemenhub juga memberikan aturan khusus bagi berbagai jenis sepeda. Untuk sepeda umum, misalnya. Wajib dilengkapi dengan bel, spakbor, rem, dan reflektor. Sedangkan, pengguna sepeda gunung wajib mengenakan helm.

Meski begitu, Budi mengungkapkan bahwa rancangan ini masih akan terus dikaji dan mungkin dapat berubah sesuai dengan masukan sejumlah pihak. Rancangan regulasi ini juga akan melewati proses uji publik pada pekan depan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Kota Bandung.

“Aturan ini tujuannya untuk mewujudkan tertib berlalu-lintas dan menjamin keselamatan pengguna sepeda di jalan,” imbuhnya.

Penyusunan draft regulasi sepeda ini diharapkan tuntas pada Juli 2020. Sehingga, pada Agustus nanti aturannya sudah bisa diterapkan.

“Kalau ada tambahan atau kurang sepakat, kami menerima masukan, karena ini sifatnya masih rancangan. Kami juga akan uji publik, sebelum dikirim ke Kemenkunham,” tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Sosialisasikan Peringatan HUT Kemerdekaan, Pemkot Gelar Forum Kehumasan

Sosialisasikan Peringatan HUT Kemerdekaan, Pemkot Gelar Forum Kehumasan

MADIUN – Ada yang berbeda dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan kali ini. Tidak ada upacara Detik-detik Proklamasi di Alun-alun Kota Madiun. Upacara sakral itu hanya berlangsung di istana negara. Sedang, walikota dan Forpimda mengikuti secara virtual dari Kota...

Don`t copy text!