Belasan Pengelola THM Ajukan Surat Permohonan Buka, Tim Bakal Cek Kelengkapan dan Kesesuian Protokol Kesehatan Segera

Di Posting Oleh madiuntoday

15 Juli 2020

MADIUN – Keluarnya surat edaran Walikota Madiun terkait tata cara re-opening jasa usaha wisata disambut baik para pelakunya. Setidaknya sudah belasan pelaku usaha yang mengajukan surat izin permohonan untuk buka kembali sampai saat ini. Artinya, penerapan protokol kesehatan dari masing-masing tempat usaha ini sudah siap untuk dilakukan pengecekan.

‘’Sudah saya kirimi surat semua kemarin, yang mau buka harus sesuai protokol kesehatan yang dikeluarkan bu gubernur. Sampai saat ini sudah ada sepuluh sampai 12 yang mengirimkan izin permohonan ke saya,’’ kata Walikota Madiun Maidi, Rabu (15/7).

Tetapi, lanjut walikota, bukan berarti mereka lantas bisa langsung buka. Tim masih akan meninjau ke tempat yang sudah mengajukan surat permohonan tersebut. Jika standar protokol kesehatan sudah terpenuhi dan sesuai dengan petunjuk teknis Pemprov Jawa Timur, izin bakal diberikan. Kehati-hatian walikota terkait izin tempat hiburan malam (THM) itu bukan tanpa alasan. Walikota tak ingin pelaku THM jadi kambing hitam ketika terjadi kasus-kasus baru Covid-19 di Kota Madiun.

‘’Saya tidak pelaku usaha ini jadi kambing hitam kalau kemudian ada kejadian. Jangan sampai gara-gara ini (THM) dibuka jadi gini (banyak kasus). Makanya protokol kesehatan kita pastikan benar sudah terpenuhi dan sesuai,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Agus Purwowidagdo menambahkan aturan pengajuan surat izin tersebut untuk masing-masing pelaku usaha. Artinya, buka secara kelompok atau paguyuban. Monitoring, lanjutnya, bukan hanya saat awal. Namun, dilakukan berkala. Bahkan, melibatkan tim intelegen. Hal itu untuk memastikan penerapan protokol kesehatan konsisten. Izin buka, kata dia, bisa dicabut sewaktu-waktu jika terbukti melanggar.

‘’Setelah terpenuhi dan sesuai, akan diberikan semacam sertifikat. Tapi itu bisa kita tarik lagi jika terjadi pelanggaran. Setiap saat akan kita monitoring dan evaluasi,’’ ungkapnya.

Agus menambahkan bakal ada satu orang petugas dari pengelola yang dijadikan Pendekar Waras. Petugas itu bertanggung jawab atas penerapan protokol kesehatan. Sedang dari pihak pemerintah terdapat intelegen yang memonitoring secara diam-diam secara berkala.

‘’Prinsipnya kami ingin protokol kesehatan ini berjalan optimal. Karenanya, kami terapkan berbagai pola untuk memastikan itu berjalan dengan baik,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Sosialisasikan Peringatan HUT Kemerdekaan, Pemkot Gelar Forum Kehumasan

Sosialisasikan Peringatan HUT Kemerdekaan, Pemkot Gelar Forum Kehumasan

MADIUN – Ada yang berbeda dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan kali ini. Tidak ada upacara Detik-detik Proklamasi di Alun-alun Kota Madiun. Upacara sakral itu hanya berlangsung di istana negara. Sedang, walikota dan Forpimda mengikuti secara virtual dari Kota...

Don`t copy text!