Jamin Tak Ada Kenaikan Tarif, Begini Penjelasan Dirut PDAM Tirta Taman Sari

Di Posting Oleh madiuntoday

15 Juli 2020

MADIUN – Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun Bambang Irianto menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif air. Khususnya, pada bulan Juni yang dibayarkan Juli 2020. Meski begitu, dirinya tak menampik ada sebagian pelanggan yang mengalami kenaikan pembayaran lebih banyak dari biasanya pada bulan tersebut.

Hal ini dikarenakan adanya kelebihan pemakaian oleh pelanggan selama April dan Mei 2020. Sehingga, dibebankan pada pembayaran Juni 2020.

‘’Saat awal pandemi, kami mengambil kebijakan untuk April dan Mei petugas tidak membaca water meter di lapangan karena akses jalan yang ditutup atau mengurangi tatap muka. Sehingga, pembayaran air untuk April dan Mei diambil dari rata-rata 3 bulan sebelumnya. Januari, Februari, dan Maret. Masalah muncul ketika pada April dan Mei, pelanggan menggunakan air lebih banyak dari biasanya,’’ terang Bambang saat ditemui di kantornya, Rabu (15/7).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, misalnya rata-rata pemakaian pelanggan A selama Januari, Februari, dan Maret adalah 50 kubik. Maka, ditetapkan pembayaran April dan Mei untuk pelanggan A adalah 50 kubik air. Namun, ketika pelanggan A menggunakan air lebih dari 50 kubik, maka kelebihannya tersebut wajib dibayarkan pada pembayaran Juni.

Terkait pembayaran kelebihan air yang terpakai ini, PDAM juga memberikan kelonggaran bagi pelanggan dengan membagi pembayaran dalam dua bulan. Yakni, di bulan Juni yang dibayar Juli dan pembayaran Juli yang dibayar pada Agustus 2020.

‘’Untuk mengajukan kelonggaran, pelanggan bisa mendatangi pusat pelayanan kami. Kita cari solusi bersama,’’ ujarnya.

Bambang pun mengatakan, kondisi pembayaran tarif PDAM diperkirakan kembali normal pada Agustus 2020. Namun, ketika pada Agustus ditemukan ada kenaikan tarif yang tidak wajar, PDAM bersedia melakukan penyelidikan. ‘’Bisa jadi karena ada bocor persil atau water meter kami bermasalah. Jika demikian, kami bersedia mengganti dengan water meter yang baru,’’ imbuhnya.

Selain pemerataan pembayaran pada April-Mei, PDAM juga mengambil kebijakan lain untuk memudahkan masyarakat di tengah pandemi. Yakni, dengan membebaskan denda keterlambatan untuk pembayaran Mei dan Juni.

Bambang pun menambahkan, hingga saat ini ada sekitar 50 pelanggan dari 40.300 pelanggan di Kota Madiun yang mengajukan keluhan. ‘’Namun, mereka bisa mengerti setelah dijelaskan. Maka, bagi masyarakat yang mengalami kendala dapat dikomunikasikan dengan baik. Kita bisa cari solusi bersama,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!