Pembangunan Capai 75 Persen, Walikota Berencana Lantik Pejabat di Sumber Umis Untuk Uji Coba

Di Posting Oleh madiuntoday

21 Juli 2020

MADIUN – Taman Sumber Umis sisi timur juga mendekati selesai. Setidaknya, pembangunan taman yang bakal menjadi bagian Pahlawan Street Centre itu sudah menyentuh 75 persen. Hal itu diungkapkan Walikota Madiun Maidi saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu. Bahkan, walikota berencana menjajal taman tersebut untuk melaksanakan kegiatan dalam waktu dekat.

‘’Sudah sekitar 75 persen. Tinggal pekerjaan-pekerjaan kecil. Ya paling dalam tiga sampai 1 bulan lagi,’’ kata mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Walikota berencana melaksanakan pelantikan pejabat di taman tersebut sebagai uji coba. Seperti diketahui, posisi kemarik sebagai alas taman memang sudah terpasang. Artinya, sudah cukup representatif sebagai tempat kegiatan biarpun pernik-pernik pendukungnya belum terpasang. Seperti diberitakan, taman sisi timur tersebut bakal ditambahkan patung Merlion Singapura. Patung juga mengeluarkan air seperti aslinya.

‘’Untuk patung masih di desain dari Pakuwon group. Ini masih kita nego apakah bisa jadi tahun ini atau tahun depan. Prinsipnya, kita upayakan tahun ini,’’ ungkapnya.

Taman Sumber Umis memang replika miniatur dunia. Walikota berencana menambahkan bangunan-bangunan simbol negara-negara di dunia. Selain patung Merlion, rencananya juga ada menara jam Big Ben Inggris, menara Eiffel, dan lain sebagainya. Pihaknya menyebut sebagian besar simbol itu berada di taman Sumber Umis sisi barat. Bahkan, salah satunya sudah ada. Yakni, musala Ka’bah yang sudah jadi sejak beberapa waktu lalu.

‘’Ini nanti jadi salah satu titik potensi ekonomi. Taman ini memang disiapkan sebagai lompatan ekonomi paska pandemi nanti,’’ terangnya.

Seperti diberitakan, Pemkot Madiun juga tengah membangun sentra kuliner Rimba Darma. Bahkan, pembangunan titik pertama sudah nyaris rampung. Pembangunan mencapai 95 persen. Walikota menyebut pembangunan masih akan ditambahkan peneduh untuk tempat berjualan. Namun, penambahan sengaja ditunda sementara. Sebab, walikota khawatir peneduh bakal digunakan masyarakat untuk berkerumun dalam masa pandemi seperti sekarang ini.

‘’Kalau di titik itu masih kurang atapnya. Tetapi pembangunan masih akan berlanjut sampai di stadion. Kita lakukan secara bertahap,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!