Polisi Gadungan Tipu Cewek Madiun, Minta Foto Bugil Hingga Peras Rp 90 Juta

Di Posting Oleh madiuntoday

21 Juli 2020

MADIUN – Terlalu percaya terhadap seseorang tak jarang malah menimbulkan petaka. Hal ini seperti yang dialami oleh Bunga, bukan nama sebenarnya. Gadis 23 tahun itu terpedaya oleh seorang pria yang baru dikenalnya selama empat bulan hingga berani memberikan foto bugil. Bunga pun menjadi korban pemerasan oleh pria tersebut.

Pada Maret 2020, Bunga mengenal D.H yang mengaku sebagai anggota polisi Polda Jawa Timur bernama Agung Pratama. Keduanya berhubungan melalui aplikasi chat Whatsapp. Seiring berjalannya waktu, D.H kerap meminta foto-foto bugil Bunga.

Suatu ketika, D.H membuat skenario bahwa dirinya tersandung kasus narkoba dan di ponselnya ditemukan foto-foto tak senonoh Bunga. Dengan tipu muslihat, tersangka meminta korban untuk menghubungi atasannya, AKP Hariyanto dan memberi sejumlah uang agar kasus foto porno tersebut tidak dilanjutkan ke ranah pidana.

‘’Agung Pratama dan AKP Hariyanto ini adalah orang yang sama, yaitu D.H,’’ tutur Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa saat menggelar press release di Mapolresta Madiun, Selasa (21/7).

Total ada Rp 90 juta uang yang telah ditransfer Bunga kepada AKP Hariyanto alias D.H. Tak hanya itu, tersangka juga berulang kali menemui korban dan mengajak berhubungan intim dengan janji akan menutup perkara pornografi itu.

Bunga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Madiun Kota. Akhirnya, pada Jumat 17 Juli 2020 sekitar pukul 02.00, tim Satreskrim Polres Madiun Kota berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka saat berada di rumahnya di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Selanjutnya, dibawa ke Polres Madiun Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa D.H merupakan pria 38 tahun yang sehari-hari bekerja di sektor swasta. Pada 2015, tersangka pernah divonis penjara 1 tahun dalam perkara penyebaran konten pornografi yang ditangani oleh Polres Sleman, Jawa Tengah.

Petugas juga menemukan sejumlah bukti penipuan yang dilakukan oleh tersangka. Di antaranya, ponsel, sepeda motor, hingga seragam polisi berpangkat AKP, celana tactical berwarna coklat, dan kaos bertuliskan Turn Back Crime dua stel.

Selain BUNGA, polisi menduga ada korban-korban lain atas perbuatan tersangka dengan cara modus serupa. Uang hasil kejahatan oleh tersangka digunakan untuk keperluan pribadi. Seperti, membeli sepeda motor dan membayar hutang-hutangnya kepada orang lain.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijatuhi hukuman sebagaimana dalam pasal 45 ayat (4) jo Pasal 24 ayat (4)UURI I No.19 thn 2016 tentang perubahan atas UURI No.11 thn 2008, tentang ITE atau pasal 378 KUHP. ‘’Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!