Siap Antar Obat Sampai Ke Rumah, Layanan Pendekar Obat Diminati Masyarakat

Di Posting Oleh madiuntoday

22 Juli 2020

 

MADIUN – Baru dua hari beroperasi, layanan Pendekar Obat rupanya sangat diminati masyarakat Kota Madiun. Hari pertama pada Senin (20/7), mereka menerima 138 permintaan pengiriman. Sedangkan, pada hari kedua mencapai 125 permintaan.

Pendekar Obat merupakan inovasi terbaru yang diluncurkan oleh RSUD Kota Madiun. Melalui layanan ini, pasien rawat jalan di rumah sakit tersebut tidak perlu lagi mengantre obat di apotek. Cukup menunggu di rumah, obat akan diantar oleh petugas.

Layanan Pendekar Obat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Madiun secara gratis. Prosedur penggunaannya pun mudah. ‘’Setelah dapat resep dari klinik, pasien menuju instalasi farmasi rawat jalan. Di sana petugas counter akan menawarkan obat diantar atau ditunggu,’’ tutur Kasi Penunjang Medis RSUD Kota Madiun Abdul Basit, Rabu (22/7).

 

Jika menghendaki obat diantar ke rumah, maka pasien cukup mengisi alamat lengkap dan nomor telepon yang dapat dihubungi. Selanjutnya, pasien bisa pulang dan menunggu kedatangan obat di rumah.

Basit menuturkan, saat ini terdapat sembilan Pendekar Obat di RSUD Kota Madiun. Dua orang sebagai petugas administrasi. Sedangkan, tujuh orang lainnya bertugas di lapangan untuk mengantar obat. ‘’Masing-masing kecamatan kami sediakan minimal dua Pendekar Obat untuk mempercepat pengiriman,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Basit menjelaskan bahwa RSUD Kota Madiun menargetkan semua resep pasien sudah bisa terpenuhi sebelum pukul 14.00. Sehingga, bisa segera dikirim oleh Pendekar Obat. Pasien bisa mendapatkan obatnya pada hari itu juga.

Jadwal pengiriman obat yang digunakan saat ini ada tiga tahap. Yakni, tahap I pada pukul 10.00 – 11.00. Kemudian, tahap II pukul 11.00 – 12.00. Dan, tahap III pukul 13.00 – 14.00. Masing-masing Pendekar Obat ditargetkan mampu mengirim 25 – 30 resep per hari.

Meski begitu, RSUD Kota Madiun masih terus mengevaluasi pelaksanaan layanan Pendekar Obat. Serta, terus memperbaiki layanan agar bisa semakin efektif dan obat dapat diterima oleh pasien lebih cepat.

Basit tak menampik ada kendala yang dialami Pendekar Obat saat di lapangan. Di antaranya, nomor telepon sulit dihubungi. Bahkan, tidak tersambung. Atau, alamat rumah yang tidak sesuai dan pemilik rumah tidak ada di tempat.

‘’Pendekar Obat ini adalah layanan baru. Maka, kami juga masih meraba-raba cara yang paling efektif untuk operasionalnya. Serta, berupaya menanggulangi kendala-kendala yang saat ini terjadi,’’ paparnya.

Basit pun menambahkan, layanan Pendekar Obat tidaklah wajib. Jika tidak menghendaki diantar ke rumah, pasien maupun keluarga pasien dapat mengantre obat melalui instalasi farmasi rawat jalan. ‘’Tapi prinsipnya, layanan ini bertujuan baik untuk mengurangi antrean di instalasi farmasi dan physical distancing antara pasien maupun keluarga pasien di rumah sakit,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!