Menengok Upaya Anak-Anak Kota Pendekar, Tetap Merawat Mimpi di Tengah Pandemi

Di Posting Oleh madiuntoday

23 Juli 2020

MADIUN- Hari Anak Nasional 2020 diperingati secara sunyi. Hingar bingar seremonial peringatan tak terlihat di tahun ini. Semua karena pandemi. Namun, ada satu hal yang lebih penting daripada sebuah perayaan. Yakni, beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru dan tetap merawat mimpi di tengah situasi yang serba harus hati-hati.

Seperti yang dilakukan beberapa anak berprestasi di Kota Pendekar ini. Berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka merayakan hari anak nasional dengan merawat mimpi-mimpi dengan tetap mengasah keterampilan dan ketangkasan sesuai dengan bidang yang diminati.

Dia adalah Salwa Fadia Nur Azizah. Gadis 13 tahun yang mendalami dunia panahan sejak duduk di kelas tiga sekolah dasar itu tak henti berlatih panahan demi bisa mewujudkan mimpinya menjadi atlet panahan nasional.

“Tiap sore di hari Selasa dan Kamis. Sabtu, Minggu pagi selalu latihan buat persiapan POPDA di Surabaya, awalnya. Tapi karena pandemi kayanya POPDA diundur. Ya akhirnya latihan rutin biasa bukan yang di drill,” ungkap gadis yang saat ini tercatat sebagai siswi kelas 8 SMPN 4 Kota Madiun.

Menurutnya, meskipun pandemi masih terus membayangi, namun tak ada yang bisa menghalanginya menggapai mimpi. Dirinya mengatakan, sebagai atlet junior, dirinya harus bisa beradaptasi di situasi apapun.

“Biasanya pelatih memberi kita jadwal untuk latihan fisik di rumah dan membidik jarak pendek untuk latihan teknik. Selain itu juga makan-makanan bergizi dan menambah multivitamin untuk menjaga stamina,” jelasnya.

Salwa berharap, di tengah pandemi saat ini, dirinya bersama teman-teman atlet yang lainnya bisa berlatih dengan normal tanpa perlu ada satu hal pun yang dikhawatirkan.

“Semoga pandemi segera berakhir, biar semua bisa berjalan normal kembali dan biar pekan olahraga segera dimulai,” akunya.

Terpisah, kakak beradik pecinta seni dari Kota Madiun, Dyah Ayu Kusumaningtyas dan Dhanang Dhanardono pun tak luput dari usahanya merawat mimpi. Hampir setiap hari, di sela waktu sekolah jarak jauhnya, mereka juga menyempatkan waktu untuk terus melatih keterampilannya dalam mendalang, karawitan, sinden, hingga menari.

“Saking pengennya latihan terus, kita dipondokkan sama bapak ke luar kota selama 10 hari untuk benar-benar belajar semuanya. Mulai dari tari, dalang, karawitan, sampai nyinden,” jelas Ayu siswa yang menginjak kelas 8 SMPN 1 Kota Madiun ini.

Dirinya mengatakan, adanya pandemi membuatnya merindukan bangku sekolah dan tampil mendalang menghibur masyarakat. “Saya berharap pandemi segera selesai. Biar bisa tampil di luar kota. Saya kangen,” ucapnya.

Dirinya mengaku bercita-cita menjadi seorang guru tari. Sedangkan adiknya bercita-cita sebagai dalang. Dunia seni memang sudah dikenalnya sejak dini, tak heran mereka sangat akrab dengan cerita-cerita pewayangan dan lihai memainkan alat musik karawitan hingga menari tarian tradisional.

Satu hal yang bisa dipetik dari kisah anak-anak berpestasi itu adalah rawatlah mimpimu di segala kondisi. Terus asah keterampilan dan ketangkasan yang dimiliki diri sendiri. Seperti kata Andrea Hirata dalam novel Sang Pemimpi “Bermimpilah maka tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”
(vincent/dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Jalan A Yani Jadi Dua Arah, uji Coba Dimulai Sore Ini

Jalan A Yani Jadi Dua Arah, uji Coba Dimulai Sore Ini

MADIUN – Uji coba pemberlakuan dua arus di Jalan A Yani mulai dijalankan, Sabtu (24/10) sore. Pemberlakuan bakal dimulai pukul 17.00. Pengendara dari Jalan Pahlawan sebelah utara Patung Pecel bisa berbelok ke kanan menuju Jalan A Yani. Artinya, tidak harus lurus ke...

Don`t copy text!