Maksimalkan Peningkatan Perekonomian Berbasis Lokal, Walikota Gelar Rakor Bahas Jalur Sepeda Wisata

Di Posting Oleh madiuntoday

6 Agustus 2020

MADIUN – Penanganan Covid-19 yang cukup baik di Kota Madiun mendapatkan apresiasi pemerintah pusat. Buktinya, Kota Madiun mendapatkan Dana Intensif Daerah (DID) sebesar Rp 14 miliar lebih. Dana tersebut bakal digunakan untuk peningkatan penanganan Covid-19 hingga pertumbuhan perekonomian berbasis lokal. Salah satunya, jalur wisata sepeda yang digagas Pemerintah Kota Madiun hingga ke tingkat kelurahan.

‘’Sesuai dengan arahan pusat, dana ini untuk kesehatan akibat Covid-19 serta untuk menggenjot perekonomian. Makanya, hari ini kita rapat untuk membahas itu bersama OPD dan kelurahan,’’ kata Walikota Madiun Maidi usai rakor di ruang 13, Kamis (6/8).

Walikota berencana menggenjot perekonomian sektor UMKM, pasar tradisional, hingga PKL. Karenanya, jalur sepeda yang akan dibangun tersebut dipersiapkan untuk para pelaku perekonomian dalam tiga bidang tersebut. Pemkot berencana membuat tiga jalur sepeda. Yakni, pendek (10 kilometer), menengah (15 kilometer), dan jauh (25 kilometer). Jalur tersebut akan dilewatkan kelurahan-kelurahan yang memiliki potensi ekonomi. Harapannya, para PKL dan pelaku UMKM di kelurahan tersebut turut terkerek naik.

‘’Infrastruktur pembuatan jalur ini akan diambilkan dari dana itu. Sebagian lagi dari APBD perubahan nanti. Jalur kita buat sebagus mungkin agar orang tertarik datang,’’ ungkapnya.

Walikota juga membentuk tim ekonomi kreatif untuk mendukung program tersebut. Tim ini beranggotakan dari berbagai OPD. Di antaranya, DPMPTSP KUM yang menangani UMKM, Dinas Perhubungan yang menyiapkan jalur sepeda beserta rambunya, Dinas PU terkait perbaikan jalan, Dinas Perkim yang menyiapkan lampu penerangannya dan Disbudparpora untuk meramaikan jalur tersebut serta Dinas Kominfo untuk sosialisasi dan publikasinya.

‘’Saya ingin ini dipersiapkan betul-betul. UMKM nanti kita bantu payung, gerobak, dan lainnya. Pokoknya harus bagus dan seragam. Kalau ada pesepeda yang lewat, tertarik berhenti dan membeli. Dengan begini perekonomian berbasis kelokalan ini bisa hidup,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)

Artikel Terkait

Don`t copy text!