BPS Catat Deflasi Agustus -0,02 Persen, Pandemi Covid-19 Jadi Penyebabnya…

Di Posting Oleh madiuntoday

2 September 2020

MADIUN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat fenomena yang tak biasa terhadap angka inflasi Kota Madiun 2020. Dipicu pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, Kota Madiun kembali mengalami deflasi pada Agustus 2020. Yakni, sebesar -0,02 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin menuturkan, deflasi terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya, penurunan daya beli masyarakat karena adanya pembatasan sejumlah aktivitas.

‘’Dari 11 kelompok pengeluaran, ada 3 kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi,’’ ujarnya, Rabu (2/9). Yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,74 persen, kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,04 persen, dan kelompok kesehatan sebesar -0,12 persen.

Sedangkan, penyumbang inflasi terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. yakni, sebesar 1,37 persen. Selain itu, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Seperti, emas perhiasan, nasi dengan lauk, air kemasan, susu bubuk, dan bawang putih.

Di sisi lain, sejumlah komoditas juga mengalami penurunan harga selama Agustus 2020. Yaitu, bawang merah, daging ayam ras, jeruk, beras, dan tomat.

Tidak hanya di Kota Madiun, deflasi juga terjadi di 4 kabupaten/kota penghitung inflasi di Jatim lainnya. Yaitu, Banyuwangi -0,01 persen, Kota Malang -0,06 persen, Kota Probolinggo -0,07 persen, dan Kabupaten Jember -0,11 persen.

‘’Sisanya mengalami inflasi. Yang tertinggi adalah Kota Surabaya 0,07 persen. Disusul Kabupaten Sumenep 0,03 persen dan Kota Kediri 0,02 persen,’’ terangnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!