Kasus Bertambah, Wali Kota Fokuskan Pencegahan di Kelurahan dengan Jumlah Konfirmasi Tinggi

Di Posting Oleh madiuntoday

15 September 2020

MADIUN – Kasus konfirmasi di Kota Madiun kembali bertambah. Jumlah kasus konfirmasi saat ini menjadi 102. Kendati begitu, 81 di antaranya sudah sembuh. Tambahan kasus ini tentu menjadi perhatian Wali Kota Madiun Maidi. Wali Kota berencana melakukan pengetatan di kelurahan dengan jumlah kasus aktif tertinggi saat ini.

‘’Kelurahan dimana tercatat kasus tinggi, kelurahan itu yang akan kita perketat. Semua penanganan difokuskan pada kelurahan tersebut,’’ kata Wali Kota Maidi, Selasa (15/9).

Pengetatan bisa berupa berbagai langkah. Mulai pemberlakukan jam malam, penutupan akses di waktu tertentu, penyemprotan desinfektan, hingga suplai makanan dan minuman seimbang untuk peningkatan imunitas. Harapannya, tidak terjadi penularan lanjutan di kelurahan tersebut.

‘’Trennya sekarang banyak penularan dari klaster keluarga dan tempat bekerja. Ini kita ketati agar penularan tidak meluas ke anggota yang lain,’’ imbuhnya.

Jika mengacu data, Kelurahan Tawangrejo, Winongo, dan Demangan yang tercatat memiliki kasus konfirmasi tinggi kendati tangkat kesembuhan juga besar. Wali Kota berencana melakukan peningkatan pencegahan Covid-19 di kelurahan-kelurahan tersebut. Namun, tak menutup juga dilakukan di kelurahan lain. Pemetaan terus dilakukan untuk menentukan strategi pencegahan yang efektif ke depan.

‘’Kita tidak boleh lengah. Di Kota Madiun tingkat kesembuhan memang tinggi. Tapi semua orang berpotensi terjangkit Covid-19. Karenanya, kita harus semakin waspada dengan berdisiplin protokol kesehatan,’’ ungkapnya.

Bahkan, penerapan protokol kesehatan juga dilakukan di dalam lingkungan keluarga. Masyarakat biasa lengah jika menjenguk anggota keluarga yang sakit. Alhasil, penularan dari sesama anggota keluarga terjadi. Wali Kota berharap masyarakat belajar dari banyak kasus yang terjadi. Kasus Covid-19 di Kota Madiun didominasi dari kontak erat kasus sebelumnya yang kebanyakan masih anggota keluarga.

‘’Upaya pencegahan terus kita lakukan. Termasuk pemberlakuan denda dan kerja sosial bagi pelanggar. Masyarakat sudah cukup tertib di tempat umum. Saya berharap juga disiplin di lingkungan keluarga,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!