Operasi Yustisi Hari Ketiga, Jumlah Pelanggar Naik Jadi 22

Di Posting Oleh madiuntoday

16 September 2020

MADIUN – Pelanggar yang terjaring operasi yustisi semakin bertambah. Setidaknya terdapat 22 pelanggar pada operasi gelaran hari ketiga di Kota Madiun, Rabu (16/9). Operasi yustisi petugas gabungan dari Pemkot Madiun, Polres Madiun Kota, Kodim 0803 Madiun, Kejaksaan Negeri Kota Madiun, dan Pengadilan Negeri Kota Madiun itu diharap memberikan efek jera bagi pelanggar.

‘’Hari ini ada peningkatan. Kalau sebelumnya ada 12 pelanggar, hari ini meningkat jadi 22 pelanggar. Semoga ke depan pelanggaran semakin menurun,’’ kata Humas PN Kota Madiun Endratno Rajamai di sela operasi yustisi.

Pelanggar operasi yustisi yang berlangsung di Jalan Mastrip tersebut didominasi tak memakai masker. Sehingga sesuai Pergub Nomor 53 Tahun 2020, mereka dikenai sanksi administrasi. Atau, menjalankan sanksi sosial seperti diatur dalam Perwal Nomor 39 Tahun 2020. Endratno menyebut pelanggar masih didominasi warga luar Kota Madiun.

‘’Sesuai aturan memang terdapat pilihan sanksi. Mulai administrasi, kerja sosial, maupun hukuman badan. Tetapi pada intinya untuk memberikan efek jera,’’ imbuhnya.

Endratno berharap jumlah pelanggar semakin turun. Artinya, masyarakat semakin tertib. Pemakaian masker bukan hanya diatur dalam regulasi. Namun, diharap menjadi kebiasan baru. Memakai masker menjadi budaya di masyarakat. Harapannya, masker selalu dipakai entah saat ada petugas maupun tidak. Operasi yustisi merupakan salah satu upaya pemerintah membudayakan pemakaian masker tersebut.

‘’Memakai masker menjadi kewajiban saat ini. Seperti halnya memakai helm saat berkendara sepeda motor. Ke depan, pemakaian masker mungkin akan menjadi budaya biarpun pandemi sudah berlalu,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!