3.999 Warga Kota Madiun Terima Manfaat Kartu Pra Kerja Gelombang 1 hingga 6

Di Posting Oleh madiuntoday

18 September 2020

MADIUN- Berdasarkan rekapitulasi data penerima manfaat program kartu prakerja gelombang 1 hingga 6 yang dikeluarkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur,
sebanyak 3.999 warga Kota Pendekar menjadi penerima manfaat kartu prakerja.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Wibowo mengatakan hingga saat ini, saat dibukanya gelombang 9 pendaftaran penerima manfaat kartu prakerja, Disnaker Kota Madiun terus memfasilitasi masyarakat yang menginginkan pendampingan.

“Prinsipnya, Disnaker akan terus mengakomodasi dan memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan kartu prakerja,” ungkapnya, Jumat (18/9).

Sedangkan untuk Jawa Timur sendiri, total penerima manfaat program yang digulirkan pemerintah pusat itu sebanyak 356,372 jiwa. Jumlah tersebut akan terus bertambah, dikarenakan rekapitulasi total penerima manfaat kartu prakerja belum berakhir, hingga memasuki pendaftaran prakerja gelombang terkahir, yakni gelombang 10.

Dilansir dari laman cnnindonesia, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana kartu prakerja Denni Puspa Purbasari menuturkan, pendaftaran Kartu Prakerja berakhir hingga gelombang 10. Hal tersebut lantaran pemerintah belum memutuskan penambahan jumlah target penerima manfaat pada tahun ini.

“Memang dengan gelombang 8 kemudian kan peserta Kartu Prakerja akan menambah 800 ribu lagi dari 3,8 juta menjadi 4,6 juta peserta, sementara Rp20 triliun (dana Prakerja tahun ini) itu kuotanya untuk 5,6 juta orang berarti kan tinggal satu juta orang lagi,” ujarnya.

Dari sisa 1 juta kuota itu, lanjut Denni, 800 ribu di antaranya akan dialokasikan untuk pendaftaran gelombang 9 mendatang. Dengan demikian masih tersisa 200 ribu kuota penerima Kartu Prakerja pada tahun ini. Nantinya, pada pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 10, diperkirakan jumlah yang mendaftar akan bertambah lantaran banyak peserta yang gugur selama proses pelatihan berjalan.

Pertambahan itu lantaran banyak peserta yang gugur selama proses pelatihan berjalan. Pasalnya, dalam Peraturan Menko Perekonomian nomor 11/2020 tentang perubahan peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja, disebutkan bahwa peserta dapat gugur jika tidak memanfaatkan bantuan pemerintah dalam waktu 30 hari.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!