Bikin Onar di Kota Pendekar, Siap-siap Pendadaran Tambahan di Markas Yonif 501

Di Posting Oleh madiuntoday

24 September 2020

MADIUN – Ini peringatan bagi oknum yang berbuat onar dan membuat keresahan di Kota Madiun. Sanksi tegas menanti ke depan. Mereka yang berbuat onar bakal mendapat pendidikan tambahan di sasana Batalyon Infanteri Para Raider 501 Bajra Yudha. Mereka akan mendapatkan berbagai materi fisik dan non fisik di markas 501 tersebut hingga dinilai mampu membawa dan mengendalikan diri. Hal itu tampaknya bukan sekedar gertak sambal. Sebab, telah disepakati unsur Forpimda, IPSI, hingga ketua atau perwakilan 14 perguruan pencak silat yang ada di Kota Madiun.

‘’Setiap perguruan pencak silat tidak mengajarkan keonaran. Sebaliknya, selalu mengajarkan untuk tidak pelit berbuat baik. Selalu menolong yang membutuhkan. Kalau ada yang tidak seperti itu, berarti itu oknum. Tidak ada toleransi bagi oknum,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi usai Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Perguruan Pencak Silat se-Kota Madiun di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, Kamis (24/9).

Sanksi pendadaran di 501 tersebut sudah disepakati semua perguruan. Pun, masing-masing perguruan siap membantu membiayai pendidikan di 501 tersebut. Artinya, perguruan secara langsung turut bertanggung jawab. Sanksi yang berangkat dari usulan salah satu perguruan pencak silat itu dinilai tepat. Sebab, dinilai lebih mendidik dan bermanfaat. Selepas pendidikan, mereka diharap menjadi pendekar berjiwa ksatria yang sesungguhnya dan dapat menularkan ilmunya ke anggota yang lain. Harapannya, oknum yang suka berbuat onar semakin berkurang dan tidak ada lagi keributan di Kota Madiun ke depan.

‘’Yang berbuat onar ini bisa dibilang masih kurang memahami ilmu yang diberikan perguruan masing-masing. Belum matang. Karenanya kita beri pelatihan sementara di sana (501) untuk memperkaya ilmu kependekarannya itu,’’ tegasnya.

Wali Kota berharap tidak ada kasus keributan di Kota Madiun. Hal itu penting demi kemajuan Kota Pendekar. Seperti diketahui, Kota Madiun tengah berbenah saat ini. Perubahan besar sedang terjadi. Ulah segelintir oknum tersebut bisa menjadi batu sandungan kemajuan Kota Madiun. Karenanya, butuh sanksi tegas namun mendidik. Ke depan, Kota Madiun harus menjadi perhatian karena prestasi. Bukan karena aksi meresahkan oknum tak bertanggung jawab tersebut.

‘’Kota kita sudah berbenah sedemikian rupa, jangan sampai orang takut masuk (Kota Madiun) karena ada ulah-ulah seperti itu. Kita tegasi dari sekarang,’’ pungkasnya.

Dalam kegiatan juga mengemuka ikrar damai 14 perguruan pencak silat di Kota Madiun. Yakni, Perguruan Merpati Putih, Tapak Suci, PSHW Tunas Muda, PSHT, IKS Pro Patria, Persinas Asad, Pagar Nusa, Ki Ageng Pandan Alas, IKSPI Kera Sakti, OCC Pangastuti, SH Tuhu Tekad, Persaudaraan Rasa Tunggal, Cempaka Putih, dan Persati. Ikrar tak hanya dibacakan. Namun, juga ditandatangani masing-masing perwakilan perguruan dan Forpimda Kota Madiun. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!