Jadi Garda Terdepan, Tenaga Kesehatan Rentan Tertular

Di Posting Oleh madiuntoday

30 September 2020

MADIUN – Kasus sembuh dan konfirmasi kembali terjadi di Kota Madiun. Setidaknya dua kasus sembuh dan sembilan konfirmasi hari ini, Rabu (30/9). Masyarakat wajib terus waspada mengingat Covid-19 masih ada dan penularan masih mungkin terjadi.

Dua kasus sembuh kali ini sekaligus kasus konfirmasi. Yakni, konfirmasi nomor 126 dan 127. Kasus nomor 126 berinisial ES (48) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Rejomulyo. Sedang, kasus nomor 127 berinisial SS (33) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Demangan. Keduanya merupakan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Keduanya merupakan kontak dengan pasien dari luar Kota Madiun yang belakangan diketahui terkonfirmasi Covid-19 dan meninggal. Swab dilakukan kepada seluruh petugas yang kontak dengan pasien tersebut. ES dan SS sudah menjalani isolasi mandiri sejak pasiennya diketahui terkonfirmasi. Isolasi dilanjutkan setelah hasil swab keduanya positif Covid-19. ES dan SS telah dinyatakan sembuh dan selesai masa pemantauan saat ini.

Konfirmasi nomor 128
Kasus nomor 128 berinisial EM (39) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Manisrejo. EM juga tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 dan kontak kasus nomor 102. Kasus konfirmasi ini berangkat dari swab test seluruh kontak setelah kasus nomor 102 mengemuka. Hasil swab pertama EM dinyatakan negatif. EM terkonfirmasi Covid-19 dari hasil swab kedua. EM menjalankan isolasi di rumah sakit dengan kondisi stabil. Sedang, kasus nomor 102 juga seorang tenaga kesehatan rumah sakit rujukan Covid-19 yang terkonfirmasi pada 15 September lalu.

Konfirmasi nomor 129
Kasus nomor 129 ini berinisial DMU (24) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Pandean. DMU juga tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Bedanya, EM merupakan kontak kasus nomor 115. DMU dilakukan swab test sebagai runtutan kontak kasus nomor 115 yang juga kontak nomor 102. DMU terkonfirmasi Covid-19 berdasar hasil swab test kedua. Selain kontak kasus, DMU diketahui mempunyai riwayat perjalanan ke Trenggalek pada pertengahan bulan ini. DMU menjalani isolasi di rumah sakit dengan kondisi stabil. Sedang, kasus nomor 115 juga seorang tenaga kesehatan rumah sakit rujukan Covid-19 yang terkonfirmasi pada 21 September lalu.

Konfirmasi nomor 130
Kasus nomor 130 berinisial DAK (35) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Winongo. Sama dengan kasus nomor 129, DAK merupakan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. DAK merupakan kontak kasus nomor 114. Kasus nomor 114 juga kontak kasus nomor 102. DAK juga terkonfirmasi dari hasil swab kedua. DAK juga mempunyai riwayat perjalanan ke kota Solo bersama kasus nomor 114 pada pertengahan bulan ini. DAK menjalani isolasi di RS dengan kondisi stabil tanpa keluhan. Sedang, kasus nomor 114 juga seorang tenaga kesehatan rumah sakit rujukan Covid-19 yang terkonfirmasi pada 15 September lalu.

Konfirmasi nomor 131
Kasus nomor 131 berinisial HNA (39) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Winongo. HNA juga tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. HNA swab PCR sebagai persyaratan perjalan keluar kota dengan mengendarai kendaraan umum. Hasil swab pertama dinyatakan negatif. Namun, swab kedua yang dilakukan seminggu kemudian menunjukkan hasil positif Covid-19. HNA menjalani isolasi di rumah sakit dengan kondisi stabil tanpa keluhan.

Konfirmasi nomor 132-133
Kasus nomor 132 berinisial MS (47) berjenis kelamin laki-laki. Sedang, kasus nomor 133 berinisial ACD (15) berjenis kelamin perempuan. Keduanya merupakan warga Kelurahan Pandean. MS bekerja di rumah sakit rujukan Covid -19 di Kota Madiun. MS sempat mengeluh kehilangan indera penciuman beberapa hari yang lalu. Rapid dilakukan dengan hasil non reaktif. Namun, hasil swab test menunjukkan positif Covid-19. Empat orang kontak juga dilakukan swab test termasuk ACD yang juga terkonfirmasi positif. Sedang, hasil swab tiga kontak lainnya menunjukkan negatif. MS dan ACD menjalani isolasi di rumah sakit dengan kondisi stabil tanpa keluhan.

Konfirmasi nomor 134
Kasus nomor 134 berinisial SD (72) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Taman. SD diketahui mengidap penyakit thyroid (gondok) cukup lama. Tak ayal, SD kerap kontrol ke dokter dan rumah sakit. SD sempat dijemput anaknya ke Sidoarjo untuk berobat ke salah satu rumah sakit di sana pertengahan bulan lalu. Tes swab dilakukan pada 21 September lalu di Sidoarjo dan terkonfirmasi Covid-19. Beberapa hari kemudian kondisi pasien kritis dan meninggal dunia. SD dimakamkan di Sidoarjo dengan protokol Covid-19.

Kasus konfirmasi saat ini berjumlah 134 orang dengan 99 orang di antaranya telah sembuh. 27 orang masih dalam perawatan, dua orang isolasi mandiri di rumah, dan tujuh orang meninggal dunia. Tambahan satu meninggal dari kasus 134 di atas. (vincent/agi/madiuntoday)

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 19 Oktober 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun,...

Artikel Terkait

Awan Mendung Menggelayut di Atas Langit Kota Madiun

Awan Mendung Menggelayut di Atas Langit Kota Madiun

MADIUN- Dampak fenomena La Nina akan dapat dirasakan di Kota Madiun dan sekitarnya dalam beberapa waktu kedepan. Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi yang menyatakan bahwa saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di...

Bebas Zona Merah, 50 Persen Wilayah Jatim Berstatus Zona Kuning

Bebas Zona Merah, 50 Persen Wilayah Jatim Berstatus Zona Kuning

SURABAYA – Upaya penanganan Covid-19 di Jawa Timur semakin membuahkan hasil yang optimal. Bahkan, sejak Selasa (20/10) sudah tak ada lagi kota/kabupaten yang berstatus zona merah. Bahkan, 50 persen di antaranya telah berstatus zona kuning. Atau, beresiko rendah. ‘’Dua...

Don`t copy text!