Probable dan Suspek Juga Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Patuhi Protokol Kesehatan Minimalkan Penularan

Di Posting Oleh madiuntoday

30 September 2020

MADIUN – Pemulasaran jenazah Covid-19 tak hanya berlaku bagi yang sudah terkonfirmasi positif berdasar hasil swab. Namun, pemulasaran jenazah dengan status probable dan suspek juga wajib sesuai standar protokol Covid-19. Jika di total, setidaknya sudah terdapat 15 kali pemulasaran jenazah dengan standar protokol Covid-19 di Kota Madiun.

‘’Seperti pemulasaran jenazah hari ini yang masih berstatus suspek. Pemakamannya tetap sesuai standar protokol Covid-19,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes dan KB Kota Madiun Edy Harmanto, Rabu (30/9).

Edy memang termasuk tim pemulasaran jenazah dengan standar protokol Covid-19. Dirinya lebih sebagai pengkoordinasi tim-tim yang terlibat. Namun, juga turut di lapangan. Sekali pemakaman setidaknya melibatkan belasan tim dari Dinkes, Puskesmas, BPBD, PMI, Kelurahan terkait, hingga TNI/Polri. Hari ini, tim memakamkan warga jenazah Kelurahan Pandean berstatus suspek. Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 memang khusus. Seluruh petugas wajib memakai APD lengkap. Jenazah juga sudah dipersiapkan khusus dengan beberapa lapis kain dan plastik. Jenazah juga dimasukkan dalam peti,

‘’Pihak keluarga tidak diperkenankan mendekat apalagi melihat. Tetapi kemarin ada yang meminta untuk mensalatkan. Masih kami perbolehkan tetapi jenazah tetap di ambulan dan disalatkan dari luar ambulan,’’ ungkapnya.

Karenanya, Edy menghimbau kepada masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Protokol kesehtan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun merupakan langkah pencegahan penularan yang efektif saat ini. Harapannya, tidak tertular, sakit, atau bahkan sampai meninggal dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

‘’Protokol kesehatan harus terus digalakkan. Penyakitnya harus dihindari tetapi tidak orangnya. Yang penting menerapkan protokol kesehatan ketat untuk meminimalkan penularan,’’ jelasnya sembari menyebut diskriminasi Covid-19 masih cukup tinggi.

Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 juga tidak boleh ditunda. Artinya, saat malam pun tetap harus diselesaikan saat itu juga. Seperti kasus meninggal warga Banjarejo beberapa waktu lalu. Info didapat sekitar pukul 21.00. Pemakaman baru selesai pukul 02.30 hari berikutnya. Edy berharap masyarakat disiplin protokol kesehatan agar kasus semakin ditekan.

‘’Pandemi masih terjadi, Covid-19 ada. Ini butuh peran kita bersama untuk mencegah penularannya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 22 Oktober 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun,...

Artikel Terkait

Don`t copy text!