Banyak Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi, Wali Kota Harap Masyarakat Tertib Protokol Kesehatan Tanpa Diawasi

Di Posting Oleh madiuntoday

1 Oktober 2020

MADIUN – Operasi yustisi sudah berjalan sekitar tiga minggu terakhir. Hingga Selasa kemarin sudah ada 160 pelanggar yang terjaring operasi tersebut. Wali Kota Madiun Maidi menyebut keberadaan operasi yustisi cukup menambah kedisiplinan di masyarakat terkait protokol kesehatan. Namun, wali kota berharap masyarakat displin protokol kesehatan tanpa diawasi. Artinya, protokol kesehatan membudaya di masyarakat.

‘’Secara jumlahnya memang banyak. Tetapi laporan yang saya terima pelanggar ini didominasi warga luar kota. Artinya, warga kita sebenarnya tertib dan patuh,’’ kata wali kota, Kamis (1/10).

Operasi yustisi ini, kata wali kota, merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah agar penularan Covid-19 semakin dapat ditekan. Wali kota mengaku penularan masih ada namun cukup berhasil ditekan. ‘’Kalau tidak ada upaya-upaya ini, entah berapa banyak penularan di kota kita,’’ terangnya.

Wali kota mengingatkan masyarakat tentang Covid-19 yang masih ada di lingkungan kita. Operasi yustisi hanya sebagai bentuk pengingat sekaligus efek jera di kala tertentu. Namun, kedisiplinan masyarakat merupakan kunci utama. Wali kota berharap ada dan tidaknya operasi yustisi kedisiplinan protokol kesehatan tersebut tetap dilakukan. Apalagi, hal itu untuk kebaikan bersama.

‘’Protokol kesehatan ini untuk kebaikan diri sendiri dan orang. Jadi kalau sayang diri sendiri dan orang sekitar harusnya tertib menjalankan protokol kesehatan setiap saat. Bukan saat ada petugas,’’ harapnya.

Sebab, lanjut wali kota, banyak orang terlibat ketika terdapat satu orang terjangkit Covid-19. Mulai petugas penyemprotan desinfektan di tempat tinggal dan lingkungan sekitar, petugas kesehatan yang melakukan pelacakan kontak erat, hingga keluarga dan tetangga serta kelurahan yang juga turut repot. Apalagi, jika kemudian meninggal dunia. Jenazah dimakamkan secara khusus dengan petugas tersendiri. Pihak keluarga tidak boleh mendekat. Artinya, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada yang meninggal juga sulit. Karenanya, wali kota mengajak untuk tertib protokol kesehatan untuk meminimalkan penularan.

‘’Covid-19 ini menghilangkan kebahagian kita semua. Orang tidak bisa keluar dengan bebas bahkan saat sudah meninggal keluarga tidak bisa mendekat. Ayo kita tekan penularan dengan protokol kesehatan,’’ ajak wali kota. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!