Dampak Pandemi Covid-19, Kota Madiun Alami Deflasi 3 Bulan Berturut-turut

Di Posting Oleh madiuntoday

2 Oktober 2020

MADIUN – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadinya deflasi sebesar 0,02 persen di Kota Madiun pada September 2020. Dengan demikian, deflasi telah terjadi tiga bulan berturut-turut sejak Juli-September 2020 di Kota Pendekar.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifuddin menuturkan, dari 11 kelompok pengeluaran ada dua kelompok yang mengalami deflasi. Yakni, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan deflasi 0,32 persen. Serta, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 0,24 persen.

‘’Selama September 2020 terjadi penurunan harga pada sejumlah komoditas. Antara lain, telur ayam ras, tomat, jeruk, dan beras,’’ ungkapnya, Jumat (2/10).

Sayangnya, penurunan harga ini tidak diimbangi dengan tingkat permintaan masyarakat. Akibatnya, ketersediaan stok di pasaran melimpah.

Lebih lanjut, Umar menjelaskan, deflasi terjadi salah satunya diakibatkan oleh faktor menurunnya daya beli masyarakat. Hal inipun tak lepas dari perkembangan Pandemi Covid-19 di Kota Madiun. Karena wabah belum usai, maka perekonomian masyarakat juga belum pulih seutuhnya.

‘’Selain itu, adanya pembatasan aktivitas juga turut memengaruhi tingkat permintaan barang oleh masyarakat,’’ jelasnya.

Umar pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga, perekonomian masyarakat bisa segera pulih dan daya belinya kembali seperti semula. ‘’Pola inflasi tahun 2020 ini memang tidak biasa karena adanya pandemi Covid-19. Meski deflasi, angkanya masih kecil di sekitar 0,00,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!