Usia Senja dan Pelaku Perjalanan Beresiko Tertular Lebih Tinggi, Terus Tingkatkan Protokol Kesehatan Agar Tak Tertular

Di Posting Oleh madiuntoday

14 Oktober 2020

MADIUN – Kasus sembuh dan konfirmasi baru kembali bertambah di Kota Madiun. Setidaknya, tiga kasus sembuh hari ini, Rabu (14/10). Kasus sembuh ini datang dari kasus nomor 125, 137, dan 140. Namun, masyarakat harus tetap mengedepankan protokol kesehatan karena juga terdapat tiga tambahan kasus konfirmasi hari ini.

Kasus sembuh nomor 125 berinisial ZS (22) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Sogaten. ZS terkonfirmasi pada 29 September. Kasus konfirmasi ZS berawal saat dirinya pulang ke Kota Madiun setelah mengambil cuti dari tempatnya bekerja di Kalimantan Tengah. Sepekan di Kota Madiun, ZS mengeluh sakit. Rapid dan swab dilakukan setelahnya.

Kasus sembuh nomor 137 berinisial RN (36) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Oro-Oro Ombo. RN terkonfirmasi pada 4 Oktober lalu. Kasus konfirmasi ini berawal dari skrining rapid test massal di perusahaan tempatnya bekerja sekitar akhir Agustus lalu. RN tercatat reaktif. Swab test dilakukan setelahnya.

Kasus sembuh nomor 140 berinisial AW (44) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Winongo. AW terkonfirmasi pada 8 Oktober lalu. AW melakukan pengobatan di rumah sakit dan direncanakan untuk dilakukan operasi. Rapid test dilakukan sebagai salah satu prosedur pra operasi. Rapid test AW menunjukkan hasil reaktif. Swab test dilakukan setelahnya.

Kasus Konfirmasi

Konfirmasi nomor 144
Kasus nomor 144 berinisial S (79) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Rejomulyo. S pernah jatuh di rumahnya pertengahan bulan Agustus lalu. S lantas dijemput keluarga untuk dirawat di Kota Malang. Rapid test dilakukan di salah satu rumah sakit di sana dan hasilnya non reaktif. Namun, hasil thorax menunjukkan Pneumonia (radang paru-paru).

Karena kondisi semakin memburuk, S dipindahkan ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Lamongan. Beberapa hari dirawat, S akhirnya meninggal dan dimakamkan di Kota Madiun dan dinyatakan sebagai kasus probable. Hasil swab baru dikirim kemudian dari rumah sakit di Lamongan tersebut dengan hasil positif Covid-19. Status S dinaikkan menjadi pasien konfirmasi.

Konfirmasi nomor 145
Kasus nomor 145 berinisial SAS (36) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Sogaten. SAS melakukan perjalanan ke Trenggalek karena urusan pekerjaan awal bulan lalu. SAS sejatinya hendak ditugaskan ke Kediri beberapa hari setelah dari Trenggalek tersebut. Namun, perjalanannya batal karena hasil rapid test SAS menunjukkan hasil reaktif. Swab test dilakukan kepada seluruh pegawai termasuk SAS. SAS terkonfirmasi positif Covid-19. SAS menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Kota Madiun dengan kondisi stabil tanpa keluhan.

Konfirmasi nomor 146
Kasus nomor 146 berinisial ST (59) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Kelun. ST sempat mengeluh batuk dan sesak seminggu yang lalu. Dia lantas berobat ke salah satu klinik swasta di Kabupaten Madiun. Karena foto thorax mengarah ke radang paru-paru, ST lantas dirujuk ke rumah sakit di Kota Madiun. Rapid test dilakukan dengan hasil reaktif sehingga dilakukan swab test setelahnya. ST dinyatakan positif Covid-19. ST menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Madiun saat ini. Dari penelusuran, ST mengaku tidak pernah melakukan perjalanan ke luar kota maupun menerima tamu dari luar kota.

Kasus konfirmasi menjadi 146 orang dengan posisi 130 di antaranya telah sembuh. 8 orang lainnya masih dalam perawatan dan 8 orang meninggal. Tambahan satu kasus meninggal dari kasus nomor 144 di atas. (vincent/agi/madiuntoday)

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 22 Oktober 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun,...

Artikel Terkait

Don`t copy text!