Suguhkan Delapan Aspek Unggulan, Kampung KB Sejahtera Tampil Maksimal Saat Penilaian

Di Posting Oleh madiuntoday

17 Oktober 2020

MADIUN – Penilaian lomba Kampung KB berlanjut. Kali ini giliran Kampung KB Sejahtera Kelurahan Klegen yang dikunjungi tim penilai, Jumat (16/10). Kelurahan Klegen tepatnya di RW 06 memang satu dari tujuh kelurahan yang turut dalam lomba Kampung KB Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun tahun ini.

‘’Kalau di kami, KB bukan berarti keluarga berencana. Tapi keluarga berkualitas. Karenanya di kami ada delapan aspek yang kita kelola,’’ kata Sugiharti, Koordinator Kampung KB Sejahtera.

Delapan aspek tersebut antara lain keagamaan, kasih sayang, perlindungan, reproduksi, ekonomi, sosial, budaya, dan pelestarian lingkungan. Pihaknya juga membentuk seksi pada masing-masing aspek tersebut. Masing-masing aspek juga memiliki inovasi tersendiri. Ugi -sapaan Sugiharti- mencontohkan adanya pasar krempyeng di sana sebagai inovasi dari seksi ekonomi.

‘’Begitu ada Kampung KB sejahtera terbentuk, kami menindaklanjuti dengan pasar krempyeng untuk segi ekonominya. Artinya, urusan Kampung KB bukan hanya soal pengendalian jumlah penduduk. Tapi bagaimana aspek-aspek lain juga terpenuhi,’’ jelasnya.

Urusan pengendalian jumlah penduduk tentu tidak dapat ditinggalkan. Karenanya, pihaknya membentuk seksi reproduksi. Seksi ini bertugas melakukan pendampingan warga pasangan usia subur yang belum ber-KB. Petugas turut mempromosikan jenis-jenis pemasangan KB untuk menunda sementara kehamilan.

‘’Karena ini pandemi disarankan untuk menunda dulu kehamilan. Tidak harus dengan KB spiral atau implant. Bisa pakai kondom. Hal-hal seperti ini yang kami lakukan saat pendampingan,’’ ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada warga usia lanjut. Ugi menyebut Gesela atau Gerakan Sehat Lansia. Setidaknya, terdapat 162 sasaran target lansia di RW 06 Kelurahan Klegen. Lansia yang hidup sendirian diprioritaskan. Apalagi, jika mereka dalam kondisi sakit. Kunjungan berkala dilakukan. Selain melihat kondisi, pendamping juga memberikan makanan seperti susu dan telur.

‘’Alhamdulillah, lansia ini merasa diperhatikan dan mereka senang. Harapan kami dengan senang ini mereka selalu sehat,’’ harapanya.

Lurah Klegen Yayak Muflihana Hanik menyebut keberadaan Kampung KB bakal semakin ditingkatkan ke depan. Kebetulan, rencana pembangunan Lapak UMKM program Pemerintah Kota Madiun berada di aset pemerintah yang berada di RW 06. Adanya pasar krempyeng tentunya menjadi embrio tersendiri program Lapaj UMKM tersebut.

‘’Rencananya memang menggunakan aset pemerintah di Rw 06. Jadi sudah ada embrio pasar krempyengnya. Semoga ke depan semakin ramai,’’ ujarnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!