Dorong UMKM Lokal Rambah Pasar Global, BI Gandeng Diaspora Indonesia Promosikan Produk

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Oktober 2020

MADIUN- Komitmen Bank Indonesia untuk mengglobalkan produk UMKM tak hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kediri kini tengah menggandeng tiga perwakilan diaspora Indonesia untuk mempromosikan produk-produk UMKM di wilayah Madiun Raya ke pasar luar negeri.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kediri, Sofwan Kurnia, saat pembukaan UMKM Virtual Expo 2020 di Kota Madiun, Jumat (16/10) lalu. Pihaknya menjelaskan, tiga diaspora yang diajak bekerjasama untuk memasarkan produk UMKM tersebut berdomisili di Afrika Selatan, Qatar, dan Mesir.

Konsep tersebut dianggap efektif dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memasarkan produk-produk UMKM yang berasal dari Madiun Raya ke pasar internasional. Karena selain ada yang mempromosikan langsung, para diaspora juga punya andil dalam memperkenalkan ke pasar yang telah dikenalnya.

“Kita ada tanda tangan MOU dengan perwakilan Diaspora. Mereka nanti akan membawa contoh-contoh produk UMKM dan diperkenalkan disana,” jelasnya.

Lebih lanjut Sofwan mengatakan, untuk saat ini tahapan kerjasama yang dilakukan baru sebatas tahap memperkenalkan produk. Sehingga belum ada target transaksi yang bisa disebutkan. Untuk diketahui, sebelumnya, konsep seperti ini sudah diterapkan di wilayah eks Karesidenan Kediri yang juga difasilitasi Bank Indonesia.

Untuk di Kediri yang digandeng adalah diaspora dari Australia dan Belanda. Bahkan sudah ada diaspora dari Belanda yang memesan produk UMKM di Kediri untuk dikirimkan. Dimana jumlah masyarakat Indonesia yang ada di sana berjumlah sekitar 17.000 orang. Artinya merupakan pasar yang besar untuk promosi produk.

“Bayangkan kalau produk sambel pecel, kebutuhan mereka untuk sambal pecel, dalam setahun berapa kilogram itu,” ujar Sofwan.

Dengan menggandeng Diaspora, diharapkan mampu membuka jalan para pelaku UMKM lokal untuk bisa berdagang di pasar luar negeri. Sehingga produk UMKM tak hanya berjaya di level dalam negeri saja, namun bisa merambah hingga level internasional.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!