Pemberlakuan Dua Arus Jalan A Yani, Kepadatan di Jalan Pahlawan dan Jawa Semakin Terkurangi

Di Posting Oleh madiuntoday

26 Oktober 2020

MADIUN – Rekayasa dua arus lalu lintas di Jalan A Yani terbukti dapat mengurangi kepadatan di Jalan Pahlawan selatan dan Jalan Jawa. Hal itu mengemuka dari hasil evaluasi Dinas Perhubungan Kota Madiun sejak pemberlakukan dua arus di Jalan A Yani, Sabtu (24/10) lalu.

‘’Jadi setelah pemberlakuan dua arus tersebut, kepadatan di Jalan Pahlawan selatan yang depan Balai Kota dan di Jalan Jawa sudah cukup berkurang signifikan. Kalau biasanya di dua jalan itu padat sekali, sekarang sudah lebih lancar,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Harum Kusumawati, Senin (26/10).

Hal itu wajar karena pengendara dari arah utara tidak semuanya masuk ke Jalan Pahlawan selatan. Namun, bisa belok kanan ke Jalan A Yani. Hal serupa juga terjadi di Jalan Jawa. Kendaraan yang melintas di Jalan Jawa juga berkurang. Sebab, kendaraan yang ke Jalan Jawa hanya dari Jalan Dr Soetomo. Sedang, pengendara dari Jalan Diponegoro melewati Jalan Sumatera atau Jalan Kartini untuk menuju ke Jalan Pahlawan.

‘’Tetapi kami rekomendasikan ke Jalan Sumatera yang lebih lebar dan lengang daripada Jalan Kartini,’’ imbuhnya.

Namun, Harum menyesalkan masih ada beberapa pengendara yang melintas dari Jalan Jawa menuju Jalan A Yani. Padahal, sudah jelas terpasang rambu larangan. Jalan A Yani dari timur ke barat hanya untuk kendaraan dari Jalan Pahlawan utara. Pengendara dari Jalan Jawa harus berbelok ke Jalan Pahlawan utara dan memutar di turn U depan Pasar Sepoor jika mau ke Jalan A Yani.

‘’Tetapi kami tak merekomendasikan putar balik seperti itu. Jika ke A Yani lebih baik tidak masuk Jalan Jawa. Pengendara dari Jalan Dr Soetomo atau Diponegoro bisa lewat ke Jalan Sumatera lantas ke Pahlawan utara baru ke Jalan A Yani,’’ sarannya sembari menyebut akan menambah rambu di titik tersebut.

Evaluasi juga mengemuka untuk sistem lampu lalin di Jalan A Yani timur atau depan gereja. Harum mengaku terjadi kemacetan panjang di titik itu awalnya. Sebab, pengendara dari selatan tidak bisa belok kiri langsung jika ke Jalan Pahlawan utara. Tetapi mengikuti lampu lalin. Sistem lalin lantas diubah. Jalur kiri Jalan A Yani dibagi menjadi dua lajur.

‘’Pengendara yang mau ke Jalan Pahlawan utara bisa belok kiri langsung. Lampu lalin hanya untuk pengendara yang mau ke kanan atau ke Jalan Pahlawan selatan,’’ pungkasnya sembari menyebut evaluasi akan terus dilakukan. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!